Pohon Ekonomi
Berbicara apa yang dinamakan pohon ekonomi. Dapat kita simpulkan adalah sebuah pohon. Pohon itu memiliki akar, batang dan buah, dari hal tersebut dapat kita gambarkan bahwa pohon ekonomi adalah sekumpulan dari hal-hal yang terkandung di dalam dunia ekonomi yaitu dari tumbuhnya sebuah ekonomi sampai dengan terbentuknya ekonomi mikro dan makro.
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dankonsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos) yang berarti "peraturan, aturan, hukum". Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi, dan data dalam bekerja.
Sejarah ekonomi timbul dan berkembang dengan caranya sendiri. Kemunculan sejarah ekonomi bermula dari terbitnya karya Wealth of Nations (1770) oleh Adam Smith dan mulai berkembang pesat dengan kemunculan konsepsi sejarah material oleh Karl Marx pada abad ke-19. Sejarah ekonomi terbagi menjadi dua jenis. Pertama adalah bersifat tematik, yaitu yang lebih menekankan aspek kegiatan ekonomi atau tema-tema ekonomi dalam sejarah. Kedua ialah bersifat paradigmatik, yaitu faktor ekonomi dijadikan sebagai skema mental atau asas falsafah dalam mengkaji sejarah.
Berbicara apa yang dinamakan pohon ekonomi. Dapat kita simpulkan adalah sebuah pohon. Pohon itu memiliki akar, batang dan buah, dari hal tersebut dapat kita gambarkan bahwa pohon ekonomi adalah sekumpulan dari hal-hal yang terkandung di dalam dunia ekonomi yaitu dari tumbuhnya sebuah ekonomi sampai dengan terbentuknya ekonomi mikro dan makro.
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dankonsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos) yang berarti "peraturan, aturan, hukum". Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi, dan data dalam bekerja.
Sejarah ekonomi timbul dan berkembang dengan caranya sendiri. Kemunculan sejarah ekonomi bermula dari terbitnya karya Wealth of Nations (1770) oleh Adam Smith dan mulai berkembang pesat dengan kemunculan konsepsi sejarah material oleh Karl Marx pada abad ke-19. Sejarah ekonomi terbagi menjadi dua jenis. Pertama adalah bersifat tematik, yaitu yang lebih menekankan aspek kegiatan ekonomi atau tema-tema ekonomi dalam sejarah. Kedua ialah bersifat paradigmatik, yaitu faktor ekonomi dijadikan sebagai skema mental atau asas falsafah dalam mengkaji sejarah.
Bagaimana pun, jenis tematik telah mendapat sokongan yang padu daripada para peminat sejarah berbanding jenis paradigmatik yang didorong oleh konsepsi sejarah material Marx. Bidang sejarah ekonomi berkembang pesat dalam abad ke-20 masihi sehingga membentuk dua aliran, yaitu aliran sejarah ekonomi tradisional yang bersifat menyeluruh dan aliran sejarah ekonomi baru atau disebut sebagai cliometrics
yang bersifat terlalu khusus kepada persoalan ekonomi semata-mata. Pada dasarnya, kedua-dua aliran tersebut terus berkembang secara saling melengkapi antara satu sama lain dalam cara penelitian masing-masing.
Bidang sejarah ekonomi juga merangkum pelbagai aspek atau bidang berkaitan seperti perniagaan, kuantitatif, dan komoditi. Selain itu, dalam bidang sejarah ekonomi juga terdapat beberapa ciri penting dalam cara penelitiannya, seperti kemampuan membuat generalisasi, kemampuan menyusun data secara kuantitatif, kemampuan membuat kajian komparatif dan mengidentifikasikan pola atau kecenderungan.
Kegiatan-kegiatan masyarakat dalam bidang ekonomi di masa lalu dapat ditulis menjadi sejarah ekonomi. Beberapa bentuk-bentuk kegiatan-kegiatan manusia dalam bidang ekonomi misalnya produksi, penjualan, pembelian, penawaran dan permintaan barang-barang, penggunaan sumber-sumber ekonomi, dan lainlain. Kegiatan ekonomi pada dasarnya merupakan kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya.
Ruang lingkup penulisan sejarah ekonomi bisa dalam skala yang lebih mikro maupun makro. Ruang lingkup yang lebih mikro, misalnya kita menulis sejarah ekonomi pedesaan. Hal-hal yang bisa kita kaji dari sejarah ekonomi pedesaan yaitu bagaimana kegiatan sehari-hari masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya? Apakah mereka berdagang? Bagaimana cara berdagang yang mereka lakukan? Apakah mereka bertani? Bagaimana cara bertani yang mereka lakukan? Berapa pendapatan yang mereka peroleh? Apakah dari pendapatan yang mereka peroleh dapat mensejahterakan hidupnya, dan faktor-faktor lainnya.
Ilmu Ekonomi adalah sebuah ilmu yang mempelajari cara menggunakan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tidak terbatas. Barang Ekonomi adalah barang yang terbatas jumlahnya (langka) dan memerlukan pengorbanan untuk memperolehnya.
Metode yang digunakan dalam ekonomi :
Metode Induksi, metode yang bermula dari fakta (kenyataan) yang ada di masyarakat, dianalisa kemudian dibuat kesimpulan ekonomi.
Metode Deduksi, metode yang bermula dari dalil-dalil (teori) yang telah ada, lalu dianalisa kemudian dibuat kesimpulan.
Metode sintesa, metode yang menggunakan fakta dan teori secara bersamaan kemudian dibuat kesimpulan ekonomi.
Prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan tertentu dan dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan keuntungan maksimal.
Mikro Ekonomi
Anda tentu telah memahami artinya Mikro yaitu kecil. Dengan demikian teori mikro ekonomi atau ekonomi mikro boleh diartikan sebagai Ilmu Ekonomi Kecil. Menerangkan arti teori mikro ekonomi dengan menterjemahkan masing-masing perkataan dalam istilah tersebut tidak akan memberikan penerangan yang tepat mengenai arti dari konsep mikro ekonomi. Arti yang sebenarnya hanya akan dapat dilihat dari corak dan ruang lingkup analisis yang terdapat dalam teori tersebut. Berdasarkan kepada pola dan ruang lingkup analisisnya. Teori mikro ekonomi dapat didefinisikan sebagai satu bidang studi dalam ilmu ekonomi yang menganalisis mengenai bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian.
Isu Pokok yang dianalisis dalam teori mikro adalah bagaimanakah caranya menggunakan faktor-faktor produksi yang tersedia secara efisien agar kemakmuran masyarakat dapat dimaksimumkan. Analisis seperti ini dibuat berdasarkan kepada pemikiran bahwa, kebutuhan dan keinginan manusia tidak terbatas, sedangkan kemampuan faktor-faktor produksi menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat adalah terbatas. Berdasarkan kepada kedua pemikiran ini, teori ekonomi mikro bertitik tolah kepada pemisalan bahwa faktor-faktor produksi yang tersedia selalu sepenuhnya digunakan. Keadaan ini mendorong masyarakat untuk memikirkan cara yang paling efisien dalam menggunakan faktor -faktor produksi yang tersedia.
Interaksi di Pasar Barang
Aspek yang pertama yang diterangkan oleh teori mikro adalah mengenai kegiatan suatu pasar barang, misalnya pasar kopi atau pasar karet. Dilihat dari pandangan mikro ekonomi suatu perekonomian itu merupakan gabungan dari berbagai jenis barang, termasuk pasar barang. Maka untuk mengenal corak kegiatan suatu perekonomian, kita antar lain perlu memperhatikan corak operasi suatu pasar barang. Dalam terori ekonomi, pasar adalah suatu institusi, yang pada umumnya tidak wujud secara fisik, yang mempertemukan penjual dan pembeli suatu barang. Melalui interaksi antara penjual dan pembeli yang berlaku dalam pasar akan dapat ditentukan tingkat harga suatu barang dan jumlah barang yang diperjualbelikan. Telah dinyatakan bahwa suatu perekonomian terdiri dari berbagai jenis pasar barang dan jasa dan sebagai contohnya adalah pasaran kopi dan karet yang dinyatakan di atas. Beberapa contoh lainnya adalah pasaran berbagai jenis makanan dan minuman, pasar kain, pasaran mobil dan pasaran barang-barang industir. Teori mikro ekonomi tidak menerangkan operasi keseluruhan pasar tersebut secara serentak. Untuk menunjukkan bagaimana suatu pasar berfungsi dan beroperasi, teori mikro ekonomi terutama menerangkan tentang interaksi antara penjual dan pembeli di suatu pasar barang, misalnya di pasaran kopi atau karet.
Metode yang digunakan dalam ekonomi :
Metode Induksi, metode yang bermula dari fakta (kenyataan) yang ada di masyarakat, dianalisa kemudian dibuat kesimpulan ekonomi.
Metode Deduksi, metode yang bermula dari dalil-dalil (teori) yang telah ada, lalu dianalisa kemudian dibuat kesimpulan.
Metode sintesa, metode yang menggunakan fakta dan teori secara bersamaan kemudian dibuat kesimpulan ekonomi.
Prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan tertentu dan dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan keuntungan maksimal.
Mikro Ekonomi
Anda tentu telah memahami artinya Mikro yaitu kecil. Dengan demikian teori mikro ekonomi atau ekonomi mikro boleh diartikan sebagai Ilmu Ekonomi Kecil. Menerangkan arti teori mikro ekonomi dengan menterjemahkan masing-masing perkataan dalam istilah tersebut tidak akan memberikan penerangan yang tepat mengenai arti dari konsep mikro ekonomi. Arti yang sebenarnya hanya akan dapat dilihat dari corak dan ruang lingkup analisis yang terdapat dalam teori tersebut. Berdasarkan kepada pola dan ruang lingkup analisisnya. Teori mikro ekonomi dapat didefinisikan sebagai satu bidang studi dalam ilmu ekonomi yang menganalisis mengenai bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian.
Isu Pokok yang dianalisis dalam teori mikro adalah bagaimanakah caranya menggunakan faktor-faktor produksi yang tersedia secara efisien agar kemakmuran masyarakat dapat dimaksimumkan. Analisis seperti ini dibuat berdasarkan kepada pemikiran bahwa, kebutuhan dan keinginan manusia tidak terbatas, sedangkan kemampuan faktor-faktor produksi menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat adalah terbatas. Berdasarkan kepada kedua pemikiran ini, teori ekonomi mikro bertitik tolah kepada pemisalan bahwa faktor-faktor produksi yang tersedia selalu sepenuhnya digunakan. Keadaan ini mendorong masyarakat untuk memikirkan cara yang paling efisien dalam menggunakan faktor -faktor produksi yang tersedia.
Interaksi di Pasar Barang
Aspek yang pertama yang diterangkan oleh teori mikro adalah mengenai kegiatan suatu pasar barang, misalnya pasar kopi atau pasar karet. Dilihat dari pandangan mikro ekonomi suatu perekonomian itu merupakan gabungan dari berbagai jenis barang, termasuk pasar barang. Maka untuk mengenal corak kegiatan suatu perekonomian, kita antar lain perlu memperhatikan corak operasi suatu pasar barang. Dalam terori ekonomi, pasar adalah suatu institusi, yang pada umumnya tidak wujud secara fisik, yang mempertemukan penjual dan pembeli suatu barang. Melalui interaksi antara penjual dan pembeli yang berlaku dalam pasar akan dapat ditentukan tingkat harga suatu barang dan jumlah barang yang diperjualbelikan. Telah dinyatakan bahwa suatu perekonomian terdiri dari berbagai jenis pasar barang dan jasa dan sebagai contohnya adalah pasaran kopi dan karet yang dinyatakan di atas. Beberapa contoh lainnya adalah pasaran berbagai jenis makanan dan minuman, pasar kain, pasaran mobil dan pasaran barang-barang industir. Teori mikro ekonomi tidak menerangkan operasi keseluruhan pasar tersebut secara serentak. Untuk menunjukkan bagaimana suatu pasar berfungsi dan beroperasi, teori mikro ekonomi terutama menerangkan tentang interaksi antara penjual dan pembeli di suatu pasar barang, misalnya di pasaran kopi atau karet.
2. Tingkah Laku Penjual dan Pembeli
Aspek berikut yang dianalisis teori mikro ekonomi adalah tentang tingkah laku pembeli dan penjual di pasaran faktor-faktor produksi. Individu-individu dalam perekonomian adalah pemilik faktor-faktor produksi. Mereka menawarkan faktor-faktor produksi tersebut untuk memperoleh pendapatan. Pendapatan tersebut seterusnya akan digunakan untuk membeli barang dan jasa yang mereka butuhkan. Sebaliknya, penjual-penjual membutuhkan faktor-faktor produksi untuk memproduksi barang dan jasa. Oleh sebab itu mereka akan menjadi pembeli faktor-faktor produksi. Interaksi antara pembeli dan penjual faktor-faktor produksi di berbagai pasaran faktor produksi akan menentukan harga faktor produksi dan banyaknya jumlah faktor produksi yang akan digunakan. Analisis ini merupakan salah satu aspek penting dari analisis-analisis dalam teori mikroekonomi.
Aspek berikut yang dianalisis teori mikro ekonomi adalah tentang tingkah laku pembeli dan penjual di pasaran faktor-faktor produksi. Individu-individu dalam perekonomian adalah pemilik faktor-faktor produksi. Mereka menawarkan faktor-faktor produksi tersebut untuk memperoleh pendapatan. Pendapatan tersebut seterusnya akan digunakan untuk membeli barang dan jasa yang mereka butuhkan. Sebaliknya, penjual-penjual membutuhkan faktor-faktor produksi untuk memproduksi barang dan jasa. Oleh sebab itu mereka akan menjadi pembeli faktor-faktor produksi. Interaksi antara pembeli dan penjual faktor-faktor produksi di berbagai pasaran faktor produksi akan menentukan harga faktor produksi dan banyaknya jumlah faktor produksi yang akan digunakan. Analisis ini merupakan salah satu aspek penting dari analisis-analisis dalam teori mikroekonomi.
Ekonomi Makro
Makro berarti besar. Dari kata “makro” tersebut sudah dapat diduga bahwa teori makro ekonomi membuat analisis mengenai kegiatan dalam suatu perekonomian dari sudut pandangan yang berbeda dengan teori mikro ekonomi. Analisis makro ekonomi merupakan analisis terhadap keseluruhan kegiatan perekonomian. Analisisnya bersifat umum dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam perekonomian. Dalam menganalisis kegiatan pembeli (dalam makro ekonomi mereka dinamakan sebagai konsumen), yang dianalisis bukanlah mengenai tingkah laku seorang pembeli tetapi keseluruhan pembeli yang ada dalam perekonomian. Begitu pula, dalam menganalisis tingkah laku produsen, yang diamati bukanlah kegiatan seorang produsen tetapi kegiatan keseluruhan produsen dalam perekonomian.
Makro berarti besar. Dari kata “makro” tersebut sudah dapat diduga bahwa teori makro ekonomi membuat analisis mengenai kegiatan dalam suatu perekonomian dari sudut pandangan yang berbeda dengan teori mikro ekonomi. Analisis makro ekonomi merupakan analisis terhadap keseluruhan kegiatan perekonomian. Analisisnya bersifat umum dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam perekonomian. Dalam menganalisis kegiatan pembeli (dalam makro ekonomi mereka dinamakan sebagai konsumen), yang dianalisis bukanlah mengenai tingkah laku seorang pembeli tetapi keseluruhan pembeli yang ada dalam perekonomian. Begitu pula, dalam menganalisis tingkah laku produsen, yang diamati bukanlah kegiatan seorang produsen tetapi kegiatan keseluruhan produsen dalam perekonomian.
1. Asal Usul Teori Makro Ekonomi
Pada akhir tahun 1920 an dan permulaan tahun 1930an terjadi kemunduran kegiatan perekonomian yang sangat serius di berbagai negara di dunia dan terutama di negara-negara industri seperti Amerika Serikat dan Inggris. Peristiwa itu dimulai dari kemelesetan ekonomi di Amerika Serikat. Sebagai akibat dari peristiwa ini maka pengangguran yang sangat tinggi berlaku dan industri-industri beroperasi jauh di bawah kapasitasnya yang normal. Sumber dari kemunduran ekonomi itu telah mendorong seorang ahli ekonomi Inggris, yaitu Jhon Maynard Keynes, untuk mengevaluasi pandangan-pandangan ahli ekonomi klasik (ahli-ahli ekonomi dari antara zamannya Adam Smith dan zamannya Keynes). Berdasarkan evaluasinya ini seterusnya Keynes pada tahun 1936 menerbitkan suatu buku yang berjudul “The General Theory of Employment, Interest and Money”. Buku ini merupakan landasan dari teori makro ekonomi yang terdapat pada masa ini. Buku ini antara lain mengkritik pandangan ahli ekonomi klasik yang berkeyakinan bahwa perekonomian cenderung untuk mencapai tingkat kesempatan kerja penuh (yaitu tenaga kerja yang tersedia sepenuhnya digunakan). Seperti telah dinyatakan, pandangan klasik ini merupakan landasan pemikiran dari analisis-analisis dalam teori mikro ekonomi.
Menurut Keynes, kesempatan kerja penuh tidak selalu dapat dicapai dalam perekonomian. Kebanyakan perekonomian akan selalu menghadapi masalah pengangguran dan keadaan tersebut wujud sebagai akibat kekurangan permintaan efektif. Dalam masyarakat akan selalu terjadi keadaan di mana keinginan masyarakat untuk berbelanja (pengeluaran yang akan dilakukan dalam seluruh perekonomian) adalah lebih rendah dari kemampuan perekonomian untuk memproduksikan yang dimilikinya pada kapasitasnya yang maksimum dan tidak semua tenaga kerja dalam perekonomian akan digunakan dalam kegiatan memproduksi sehingga terjadi pengangguran. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah perlu menjalankan kebijakan-kebijakan untuk meningkatkan ekonomi ke arah kesempatan kerja penuh.
Pada akhir tahun 1920 an dan permulaan tahun 1930an terjadi kemunduran kegiatan perekonomian yang sangat serius di berbagai negara di dunia dan terutama di negara-negara industri seperti Amerika Serikat dan Inggris. Peristiwa itu dimulai dari kemelesetan ekonomi di Amerika Serikat. Sebagai akibat dari peristiwa ini maka pengangguran yang sangat tinggi berlaku dan industri-industri beroperasi jauh di bawah kapasitasnya yang normal. Sumber dari kemunduran ekonomi itu telah mendorong seorang ahli ekonomi Inggris, yaitu Jhon Maynard Keynes, untuk mengevaluasi pandangan-pandangan ahli ekonomi klasik (ahli-ahli ekonomi dari antara zamannya Adam Smith dan zamannya Keynes). Berdasarkan evaluasinya ini seterusnya Keynes pada tahun 1936 menerbitkan suatu buku yang berjudul “The General Theory of Employment, Interest and Money”. Buku ini merupakan landasan dari teori makro ekonomi yang terdapat pada masa ini. Buku ini antara lain mengkritik pandangan ahli ekonomi klasik yang berkeyakinan bahwa perekonomian cenderung untuk mencapai tingkat kesempatan kerja penuh (yaitu tenaga kerja yang tersedia sepenuhnya digunakan). Seperti telah dinyatakan, pandangan klasik ini merupakan landasan pemikiran dari analisis-analisis dalam teori mikro ekonomi.
Menurut Keynes, kesempatan kerja penuh tidak selalu dapat dicapai dalam perekonomian. Kebanyakan perekonomian akan selalu menghadapi masalah pengangguran dan keadaan tersebut wujud sebagai akibat kekurangan permintaan efektif. Dalam masyarakat akan selalu terjadi keadaan di mana keinginan masyarakat untuk berbelanja (pengeluaran yang akan dilakukan dalam seluruh perekonomian) adalah lebih rendah dari kemampuan perekonomian untuk memproduksikan yang dimilikinya pada kapasitasnya yang maksimum dan tidak semua tenaga kerja dalam perekonomian akan digunakan dalam kegiatan memproduksi sehingga terjadi pengangguran. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah perlu menjalankan kebijakan-kebijakan untuk meningkatkan ekonomi ke arah kesempatan kerja penuh.
2. Penentuan Kegiatan Perekonomian
Aspek pertama yang dibahas dalam teori makro ekonomi adalah mengenai penentuan tingkat kegiatan perekonomian negara. Analisis ini merupakan tentang sampai di mana suatu perekonomian akan menghasilkan barang dan jasa. Berdasarkan kepada pandangan Keynes, analisis makro ekonomi menunjukkan bahwa tingkat kegiatan perekonomian ditentukan oleh pengeluaran agregat dalam perekonomian. Analisis yang mendalam akan dilakukan pengeluaran agregat dalam perekonomian dalam dengan menganalisis komponen-komponen utama pengeluaran agregat tersebut. Analisis dalam makro ekonomi merincikan pengeluaran agregat kepada 4 komponen :
Pengeluaran rumah tangga (biasanya disebut sebagai konsumsi rumah tangga.
Pengeluaran pemerintah
Pengeluaran perusahaan-perusahaan (biasanya disebut sebagai investasi)
Ekspor dan impor
Teori makro ekonomi meliputi juga analisis dalam berbagai aspek berikut :
Masalah ekonomi yang dihadapi, terutama pengangguran dan inflasi, dan bentuk kebijakan pemerintah untuk mengatasinya.
Peranan uang dalam penentuan kegiatan ekonomi.
Aspek pertama yang dibahas dalam teori makro ekonomi adalah mengenai penentuan tingkat kegiatan perekonomian negara. Analisis ini merupakan tentang sampai di mana suatu perekonomian akan menghasilkan barang dan jasa. Berdasarkan kepada pandangan Keynes, analisis makro ekonomi menunjukkan bahwa tingkat kegiatan perekonomian ditentukan oleh pengeluaran agregat dalam perekonomian. Analisis yang mendalam akan dilakukan pengeluaran agregat dalam perekonomian dalam dengan menganalisis komponen-komponen utama pengeluaran agregat tersebut. Analisis dalam makro ekonomi merincikan pengeluaran agregat kepada 4 komponen :
Pengeluaran rumah tangga (biasanya disebut sebagai konsumsi rumah tangga.
Pengeluaran pemerintah
Pengeluaran perusahaan-perusahaan (biasanya disebut sebagai investasi)
Ekspor dan impor
Teori makro ekonomi meliputi juga analisis dalam berbagai aspek berikut :
Masalah ekonomi yang dihadapi, terutama pengangguran dan inflasi, dan bentuk kebijakan pemerintah untuk mengatasinya.
Peranan uang dalam penentuan kegiatan ekonomi.
3. Masalah Pengangguran dan Inflasi
Teori Makro Ekonomi dilengkapi pula dengan analisis yang lebih mendalam mengenai berbagai bentuk masalah yang akan timbul apabila pengeluaran agregat tidak mencapai tingkatnya yang ideal. Setiap masyarakat mengharapkan agar pengeluaran pengeluaran agregat tidak mencapai tingkatnya yang ideal. Setiap masyarakat mengharapkan agar pengeluaran agregat akan mencapai tingkat yang diperlukan untuk mewujudkan kesempatan kerja penuh tanpa inflasi. Tujuan ini sukar untuk dicapai.
Pada umumnya pengeluaran agregat yang sebenarnya adalah lebih rendah daripada yang diperlukan untuk mencapai kesempatan kerja penuh. Keadaan ini akan menimbulkan pengangguran. Adakalanya permintaan agregat melebihi kemampuan perekonomian untuk memproduksikan barang dan jasa. Keadaan ini menyebabkan kenaikan harga-harga atau inflasi. Kedua masalah tersebut (pengangguran dan inflasi) menimbulkan beberapa efek yang tidak baik kepada masyarakat dan kepada kegiatan perekonomian dalam jangka panjang. Maka kedua masalah tersebut harus dihindari atau keseriusan masalahnya dikurangi.
4. Peranan Kebijaksanaan Pemerintah
Perekonomian tidak dapat secara otomatis mengatasi masalah pengangguran dan inflasi. Tindakan pemerintah sangat diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut.
Penjelasan tentang langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi masalah pengangguran dan inflasi merupakan aspek penting lainnya dari analisis dalam teori dalam teori makro ekonomi. Langkah pemerintah yang utama dalam mengatasi masalah pengangguran dan inflasi dibedakan kepada dua bentuk kebijakan : Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter.
Kebijakan fiskal adalah upaya pemerintah mengubah struktur dan jumlah pajak dan pengeluarannya dengan maksud untuk mempengaruhi tingkat kegiatan perekonomian. Sedangkan kebijakan moneter adalah langkah-langkah pemerintah dalam mempengaruhi jumlah uang dalam perekonomian atau mengubah suku bungan dengan tujuan untuk mengatasi masalah perekonomian yang dihadapi.
Teori Makro Ekonomi dilengkapi pula dengan analisis yang lebih mendalam mengenai berbagai bentuk masalah yang akan timbul apabila pengeluaran agregat tidak mencapai tingkatnya yang ideal. Setiap masyarakat mengharapkan agar pengeluaran pengeluaran agregat tidak mencapai tingkatnya yang ideal. Setiap masyarakat mengharapkan agar pengeluaran agregat akan mencapai tingkat yang diperlukan untuk mewujudkan kesempatan kerja penuh tanpa inflasi. Tujuan ini sukar untuk dicapai.
Pada umumnya pengeluaran agregat yang sebenarnya adalah lebih rendah daripada yang diperlukan untuk mencapai kesempatan kerja penuh. Keadaan ini akan menimbulkan pengangguran. Adakalanya permintaan agregat melebihi kemampuan perekonomian untuk memproduksikan barang dan jasa. Keadaan ini menyebabkan kenaikan harga-harga atau inflasi. Kedua masalah tersebut (pengangguran dan inflasi) menimbulkan beberapa efek yang tidak baik kepada masyarakat dan kepada kegiatan perekonomian dalam jangka panjang. Maka kedua masalah tersebut harus dihindari atau keseriusan masalahnya dikurangi.
4. Peranan Kebijaksanaan Pemerintah
Perekonomian tidak dapat secara otomatis mengatasi masalah pengangguran dan inflasi. Tindakan pemerintah sangat diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut.
Penjelasan tentang langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi masalah pengangguran dan inflasi merupakan aspek penting lainnya dari analisis dalam teori dalam teori makro ekonomi. Langkah pemerintah yang utama dalam mengatasi masalah pengangguran dan inflasi dibedakan kepada dua bentuk kebijakan : Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter.
Kebijakan fiskal adalah upaya pemerintah mengubah struktur dan jumlah pajak dan pengeluarannya dengan maksud untuk mempengaruhi tingkat kegiatan perekonomian. Sedangkan kebijakan moneter adalah langkah-langkah pemerintah dalam mempengaruhi jumlah uang dalam perekonomian atau mengubah suku bungan dengan tujuan untuk mengatasi masalah perekonomian yang dihadapi.
A. Pola Kegiatan Perekonomian
Secara garis besarnya, sistem ekonomi (sistem pengaturan kegiatan ekonomi) dapat dibedakan kepada tiga bentuk :
Ekonomi pasar
Ekonomi campuran
Ekonomi perencanaan pusat
Ekonomi pasar adalah perekonomian yang kegiatannya dikendalikan sepenuhnya oleh interaksi antara pembeli dan penjual dipasar. Ekonomi campuran adalah sistem ekonomi pasar yang disertai campur tangan pemerintah. Sedangkan sistem ekonomi perencanaan pusat adalah sistem ekonomi yang kegiatannya diatur sepenuhnya oleh pemerintah.
Sebagian besar negara yang ada di dunia ini menggunakan sistem ekonomi campuran, yaitu sistem perekonomian pasaran yang disertai campur tangan pemerintah, dalam mengatur kegiatan ekonominya. Apabila diperhatikan corak kegiatan ekonomi di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman Barat, dan Inggris, maka dengan jelas akan dapat dilihat bahwa kegiatan ekonomi individu dan perusahaan swasta merupakan faktor yang terutama dalam menentukan corak kegiatan ekonomi di negara-negara tersebut. Akan tetapi di samping itu dengan jelas dapat pula dilihat bahwa pemerintah memegang peranan yang sangat penting dalam mengatur dan mengendalikan kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat. Juga di negara-negara berkembang seperti India, Malaysia, Filipina dan negara kita sendiri, pola kegiatan ekonomi seperti itu dapat dengan jelas dilihat.
Oleh karena sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang dipraktekkan di banyak negara, termasuk negara kita Indonesia, maka ciri-ciri dan corak kegiatan dari sistem ekonomi tersebut perlu dikenal dengan sebaik-baiknya. Pertama, hal tersebut bermanfaat karena kita akan dapat melihat bagaimana suatu perekonomian yang kita kenal sehari-hari berfungsi dan menjalankan kegiatannya. Selanjutnya, ia perlu pula dikenal karena analisis-analisis ekonomi biasanya menggangap bahwa sistem ekonomi yang wujud adalah sistem ekonomi campuran. Kebanyakan analisis ekonomi bermula dari pemisalan bahwa pemerintah tidak melakukan campur tangan dalam perekonomian. Tetapi pada akhirnya selalu ditunjukkan bagaimana pemerintah mempengaruhi kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat.
B. Uang, Perdagangan dan Spesialisasi
Perekonomian dunia telah mengalami perubahan yang sangat drastis dalam dua setengah abad belakangan ini. Mula-mula perubahan tersebut terutama berlangsung di negara-negara maju. Akan tetapi semenjak perang dunia kedua banyak negara berkembang juga mengalami perubahan corak kegiatan ekonomi yang sangat nyata. Di dalam berbagai corak kegiatan perekonomian tersebut kegiatan ekonomi tidak lagi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri, akan tetapi terutama dilakukan untuk memenuhi keinginan-keinginan yang wujud di pasar. Di samping itu unit-unit produksi telah sanggup mengembangkan teknik produksi yang modern sehingga mereka dapat menyediakan barang-barang yang dibutuhkan masyarakat dalam jumlah yang sangat besar. Barang-barang tersebut bukan saja dijual secara terbatas dalam suatu pasar tertentu tetapi terutama dijual ke berbagai pelosok negara dan sering pula ke luar negeri. Kegiatan perdagangan yang bertambah efisien selanjutnya menimbulkan pula perkembangan spesialisasi dalam kegiatan memproduksi. Bertambah pentingnya peranan perdagangan dan spesialisasi kegiatan memproduksi merupakan cirri penting dari suatu perekonomian modern.
Secara garis besarnya, sistem ekonomi (sistem pengaturan kegiatan ekonomi) dapat dibedakan kepada tiga bentuk :
Ekonomi pasar
Ekonomi campuran
Ekonomi perencanaan pusat
Ekonomi pasar adalah perekonomian yang kegiatannya dikendalikan sepenuhnya oleh interaksi antara pembeli dan penjual dipasar. Ekonomi campuran adalah sistem ekonomi pasar yang disertai campur tangan pemerintah. Sedangkan sistem ekonomi perencanaan pusat adalah sistem ekonomi yang kegiatannya diatur sepenuhnya oleh pemerintah.
Sebagian besar negara yang ada di dunia ini menggunakan sistem ekonomi campuran, yaitu sistem perekonomian pasaran yang disertai campur tangan pemerintah, dalam mengatur kegiatan ekonominya. Apabila diperhatikan corak kegiatan ekonomi di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman Barat, dan Inggris, maka dengan jelas akan dapat dilihat bahwa kegiatan ekonomi individu dan perusahaan swasta merupakan faktor yang terutama dalam menentukan corak kegiatan ekonomi di negara-negara tersebut. Akan tetapi di samping itu dengan jelas dapat pula dilihat bahwa pemerintah memegang peranan yang sangat penting dalam mengatur dan mengendalikan kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat. Juga di negara-negara berkembang seperti India, Malaysia, Filipina dan negara kita sendiri, pola kegiatan ekonomi seperti itu dapat dengan jelas dilihat.
Oleh karena sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang dipraktekkan di banyak negara, termasuk negara kita Indonesia, maka ciri-ciri dan corak kegiatan dari sistem ekonomi tersebut perlu dikenal dengan sebaik-baiknya. Pertama, hal tersebut bermanfaat karena kita akan dapat melihat bagaimana suatu perekonomian yang kita kenal sehari-hari berfungsi dan menjalankan kegiatannya. Selanjutnya, ia perlu pula dikenal karena analisis-analisis ekonomi biasanya menggangap bahwa sistem ekonomi yang wujud adalah sistem ekonomi campuran. Kebanyakan analisis ekonomi bermula dari pemisalan bahwa pemerintah tidak melakukan campur tangan dalam perekonomian. Tetapi pada akhirnya selalu ditunjukkan bagaimana pemerintah mempengaruhi kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat.
B. Uang, Perdagangan dan Spesialisasi
Perekonomian dunia telah mengalami perubahan yang sangat drastis dalam dua setengah abad belakangan ini. Mula-mula perubahan tersebut terutama berlangsung di negara-negara maju. Akan tetapi semenjak perang dunia kedua banyak negara berkembang juga mengalami perubahan corak kegiatan ekonomi yang sangat nyata. Di dalam berbagai corak kegiatan perekonomian tersebut kegiatan ekonomi tidak lagi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri, akan tetapi terutama dilakukan untuk memenuhi keinginan-keinginan yang wujud di pasar. Di samping itu unit-unit produksi telah sanggup mengembangkan teknik produksi yang modern sehingga mereka dapat menyediakan barang-barang yang dibutuhkan masyarakat dalam jumlah yang sangat besar. Barang-barang tersebut bukan saja dijual secara terbatas dalam suatu pasar tertentu tetapi terutama dijual ke berbagai pelosok negara dan sering pula ke luar negeri. Kegiatan perdagangan yang bertambah efisien selanjutnya menimbulkan pula perkembangan spesialisasi dalam kegiatan memproduksi. Bertambah pentingnya peranan perdagangan dan spesialisasi kegiatan memproduksi merupakan cirri penting dari suatu perekonomian modern.
C. Produksi dan Perdagangan Dalam Perekonomian Subsisten
Sebelum melihat sifat-sifat utama dari kegiatan suatu perekonomian modern secara lebih mendalam, ada baiknya apabila terlebih dahulu diperhatikan kegiatan ekonomi yang dijalankan dalam suatu masyarakat yang relatif primitif.
Produksi Untuk Memenuhi Kebutuhan Sendiri
Dalam perekonomian yang masih primitif, yang lebih lazim dikenal sebagai perekonomian subsistem unit-unit produksi terutama terdiri dari keluarga petani tradisional. Petani seperti itu menggunakan cara dan alat bercocok tanam yang masih sederhana. Tingkat produktivitas kegiatan mereka relatif rendah dan tingkat produksi hanya cukup untuk kehidupan yang sederhana. Jarang sekali terdapat kelebihan (surplus) produksi yang dapat dijual ke pasar. Kegiatan ekonomi lainnya yang penting adalah berburu dan menangkap ikan. Kegiatan menghasilkan barang-barang industri sangat terbatas sekali. Dalam perekonomian subsisten kegiatan perdagangan sudah berlaku tetapi dalam skala yang terbatas. Hanya sebagian kecil saja produksi masyarakat yang diperdagangkan.
Perdagangan Barter
Dalam perekonomian subsiten yang masih sangat primitif, perdagangan dilakukan secara barter, yaitu perdagangan secara pertukaran barang dengan barang. Dalam perdagangan seperti itu haruslah wujud keadaan di mana seorang ingin menukar barang yang dihasilkan dengan suatu barang lain dan seorang lain memproduksi barang yang diingini oleh orang yang pertama dan bersedia menukarkan barang tersebut dengan yang dihasilkan oleh orang pertama. Dengan demikian dalam perdagangan barter harus terdapat dua keinginan yang saling bersesuaian dan keadaan ini dalam istilah inggrisnya dinamakan double coincidence of wants atau kesesuaian ganda dari keinginan. Syarat ini menyebabkan perdangan barter tidak dapat dilaksanakan seluas seperti perdagangan yang dilakukan dalam perekonomian modern di mana uang digunakan sebagai alat perantara tukar menukar.
Spesialisasi dan Perdagangan
Diagram dalam gambar menunjukkan suatu contoh yang sederhana spesialisasi di perdagangan di dalam suatu perekonomian uang. Pertama-tama gambaran itu menunjukkan bahwa petani, tukang kayu dan tukang jahit tidak perlu menghasilkan semua barang yang mereka ingini. Yang mereka perlu lakukan adalah melakukan spesialisasi dalam memproduksi barang-barang sehingga dapat dihasilkan dengan cara yang paling efisien. Maka petani akan menghasilkan bahan makanan, tukang kayu menghasilkan peralatan pertanian dan peralatan rumah tangga, dan tukang jahit mengahasilkan pakaian.
Sebelum melihat sifat-sifat utama dari kegiatan suatu perekonomian modern secara lebih mendalam, ada baiknya apabila terlebih dahulu diperhatikan kegiatan ekonomi yang dijalankan dalam suatu masyarakat yang relatif primitif.
Produksi Untuk Memenuhi Kebutuhan Sendiri
Dalam perekonomian yang masih primitif, yang lebih lazim dikenal sebagai perekonomian subsistem unit-unit produksi terutama terdiri dari keluarga petani tradisional. Petani seperti itu menggunakan cara dan alat bercocok tanam yang masih sederhana. Tingkat produktivitas kegiatan mereka relatif rendah dan tingkat produksi hanya cukup untuk kehidupan yang sederhana. Jarang sekali terdapat kelebihan (surplus) produksi yang dapat dijual ke pasar. Kegiatan ekonomi lainnya yang penting adalah berburu dan menangkap ikan. Kegiatan menghasilkan barang-barang industri sangat terbatas sekali. Dalam perekonomian subsisten kegiatan perdagangan sudah berlaku tetapi dalam skala yang terbatas. Hanya sebagian kecil saja produksi masyarakat yang diperdagangkan.
Perdagangan Barter
Dalam perekonomian subsiten yang masih sangat primitif, perdagangan dilakukan secara barter, yaitu perdagangan secara pertukaran barang dengan barang. Dalam perdagangan seperti itu haruslah wujud keadaan di mana seorang ingin menukar barang yang dihasilkan dengan suatu barang lain dan seorang lain memproduksi barang yang diingini oleh orang yang pertama dan bersedia menukarkan barang tersebut dengan yang dihasilkan oleh orang pertama. Dengan demikian dalam perdagangan barter harus terdapat dua keinginan yang saling bersesuaian dan keadaan ini dalam istilah inggrisnya dinamakan double coincidence of wants atau kesesuaian ganda dari keinginan. Syarat ini menyebabkan perdangan barter tidak dapat dilaksanakan seluas seperti perdagangan yang dilakukan dalam perekonomian modern di mana uang digunakan sebagai alat perantara tukar menukar.
Spesialisasi dan Perdagangan
Diagram dalam gambar menunjukkan suatu contoh yang sederhana spesialisasi di perdagangan di dalam suatu perekonomian uang. Pertama-tama gambaran itu menunjukkan bahwa petani, tukang kayu dan tukang jahit tidak perlu menghasilkan semua barang yang mereka ingini. Yang mereka perlu lakukan adalah melakukan spesialisasi dalam memproduksi barang-barang sehingga dapat dihasilkan dengan cara yang paling efisien. Maka petani akan menghasilkan bahan makanan, tukang kayu menghasilkan peralatan pertanian dan peralatan rumah tangga, dan tukang jahit mengahasilkan pakaian.
Spesialisasi dan perdagangan dalam perekonomian uang
4. Kebaikan-Kebaikan Spesialisasi
Wujud spesialisasi yang tinggi merupakan ciri penting suatu perekonomian modern. Terdapat kaitan yang rapat antara perkembangan ekonomi dan speisalisasi di mana semakin tinggi perkembangan ekonomi, semakin tinggi pula tingkat spesialisasi. Spesialisasi penting untuk perkembangan ekonomi disebabkan oleh beberapa sumbangannya berikut:
a. Mempertinggi Efisiensi Penggunaan faktor produksi
Dalam spesialisasi seorang pekerja atau tenaga ahli akan digunakan pada kegiatan yang sesuai dengan keahliannya. Ia tidak perlu lagi mengerjakan semua pekerjaan yang diperlukan untuk memenuhi segala kebutuhannya.
b. Mempertinggi Efisiensi memproduksi
Efisiensi memproduksi yang semakin tinggi tersebut dikenal sebagai economies of scale atau skala ekonomi. Maksudnya apabila produksi ditingkatkan, misalnya menjadi dua kali lipat, biaya produksi tidak akan meningkat sebesar peningkatan produksi yang berlaku.
5. Pelaku-Pelaku Kegiatan Ekonomi
Di dunia ini setiap orang melakukan kegiatan ekonomi yang berbeda dengan seorang lainnya. Berikut ini diuraikan peranan-peranan dalam kegiatan perekonomian negara.
a. Rumah Tangga
Rumah tangga adalah pemilik berbagai faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian. Sektor ini menyediakan tenaga kerja dan tenaga usahawan. Selain itu, sektor ini memiliki faktor-faktor produksi yang lain, yaitu barang-barang modal, kekayaan alam, dan harta tetap seperti tanah dan bangunan.
b. Perusahaan
Perusahaan-perusahaan adalah organisasi yang dikembangkan oleh seorang atau sekumpulan orang dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Seorang atau sekumpulan orang tersebut dikenal sebagai pengusaha.
c. Pemerintah
Yang di maksud kan dengan pemerintah adalah badan-badan pemerintah yang bertugas untuk mengatur kegiatan ekonomi. Badan-badan seperti itu termasuklah berbagai departemen pemerintah, baan yang mengatur penanaman modal, bank sentral, parlemen, pemerintah daerah, angkatan bersenjata dan sebagainya. Badan-badan tersebut akan mengawasi kegiatan rumah tangga dan perusahaan dan supaya mereka melakukan kegiatan dengan cara yang wajar dan tidak merugikan masyarakat secara keseluruhan.
6. Mekanisme Pasar
Kemajuan yang telah dicapai berbagai perekonomian, terutama perekonomian negara-negara maju membuktikan bahwa pada umumnya mekanisme pasar adalah sistem yang cukup efisien di dalam mengalokasikan faktor-faktor produksi dan mengembangkan perekonomian, tetapi dalam keadaan tertentu ia menimbulkan bebarapa akibat buruk sehingga diperlukan campur tangan pemerintah untuk memperbaikinya.
a. Beberapa Kebaikan Mekanisme Pasar
Mekanisme pasar dapat mengalokasikan faktor-faktor produksi dengan cukup efisien dan dapat mendorong perkembangan ekonomi disebabkan karena ia memiliki beberapa kebaikan yang dijelaskan di bawah ini.
Pasar dapat member informasi yang lebih tepat
Pasar memberi peransang untuk mengembangkan kegiatan usaha
Pasar memberi perangsang untuk memperoleh keahlian modern
Pasar menggalakkan penggunaan baran dan faktor produksi secara efisien
Pasar memberikan kebebasan yang tinggi kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi
Wujud spesialisasi yang tinggi merupakan ciri penting suatu perekonomian modern. Terdapat kaitan yang rapat antara perkembangan ekonomi dan speisalisasi di mana semakin tinggi perkembangan ekonomi, semakin tinggi pula tingkat spesialisasi. Spesialisasi penting untuk perkembangan ekonomi disebabkan oleh beberapa sumbangannya berikut:
a. Mempertinggi Efisiensi Penggunaan faktor produksi
Dalam spesialisasi seorang pekerja atau tenaga ahli akan digunakan pada kegiatan yang sesuai dengan keahliannya. Ia tidak perlu lagi mengerjakan semua pekerjaan yang diperlukan untuk memenuhi segala kebutuhannya.
b. Mempertinggi Efisiensi memproduksi
Efisiensi memproduksi yang semakin tinggi tersebut dikenal sebagai economies of scale atau skala ekonomi. Maksudnya apabila produksi ditingkatkan, misalnya menjadi dua kali lipat, biaya produksi tidak akan meningkat sebesar peningkatan produksi yang berlaku.
5. Pelaku-Pelaku Kegiatan Ekonomi
Di dunia ini setiap orang melakukan kegiatan ekonomi yang berbeda dengan seorang lainnya. Berikut ini diuraikan peranan-peranan dalam kegiatan perekonomian negara.
a. Rumah Tangga
Rumah tangga adalah pemilik berbagai faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian. Sektor ini menyediakan tenaga kerja dan tenaga usahawan. Selain itu, sektor ini memiliki faktor-faktor produksi yang lain, yaitu barang-barang modal, kekayaan alam, dan harta tetap seperti tanah dan bangunan.
b. Perusahaan
Perusahaan-perusahaan adalah organisasi yang dikembangkan oleh seorang atau sekumpulan orang dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Seorang atau sekumpulan orang tersebut dikenal sebagai pengusaha.
c. Pemerintah
Yang di maksud kan dengan pemerintah adalah badan-badan pemerintah yang bertugas untuk mengatur kegiatan ekonomi. Badan-badan seperti itu termasuklah berbagai departemen pemerintah, baan yang mengatur penanaman modal, bank sentral, parlemen, pemerintah daerah, angkatan bersenjata dan sebagainya. Badan-badan tersebut akan mengawasi kegiatan rumah tangga dan perusahaan dan supaya mereka melakukan kegiatan dengan cara yang wajar dan tidak merugikan masyarakat secara keseluruhan.
6. Mekanisme Pasar
Kemajuan yang telah dicapai berbagai perekonomian, terutama perekonomian negara-negara maju membuktikan bahwa pada umumnya mekanisme pasar adalah sistem yang cukup efisien di dalam mengalokasikan faktor-faktor produksi dan mengembangkan perekonomian, tetapi dalam keadaan tertentu ia menimbulkan bebarapa akibat buruk sehingga diperlukan campur tangan pemerintah untuk memperbaikinya.
a. Beberapa Kebaikan Mekanisme Pasar
Mekanisme pasar dapat mengalokasikan faktor-faktor produksi dengan cukup efisien dan dapat mendorong perkembangan ekonomi disebabkan karena ia memiliki beberapa kebaikan yang dijelaskan di bawah ini.
Pasar dapat member informasi yang lebih tepat
Pasar memberi peransang untuk mengembangkan kegiatan usaha
Pasar memberi perangsang untuk memperoleh keahlian modern
Pasar menggalakkan penggunaan baran dan faktor produksi secara efisien
Pasar memberikan kebebasan yang tinggi kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi
b. Beberapa Kelemahan Mekanisme Pasar
Sampai sekarang, banyak orang yang tetap memberikan sokongan yang kuat kepada sistem mekanisme pasar. Mereka berkeyakinan bahwa mekanisme pasar adalah sistem yang paling banyak baik untuk mengatur kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat. Sistem mekanisme pasar juga mendapatkan kritik. Kritik itu adalah sebagai berikut:
Kebebasan yang tidak terbatas menindas golongan-golongan tertentu
Kegiatan ekonomi sangat tidak stabil keadaannya
Sistem pasar dapat menimbulkan monopoli
Mekanisme pasar tidak dapat menyediakan beberapa jenis barang
Kegiatan konsumen dan produsen mungkin menimbulkan kerugian
7. Kegagalan Pasar dan Campur Tangan Pemerintah
Yang di maksudkan dengan kegagalan pasar adalah ketidakmampuan dari suatu perekonomian pasar untuk berfungsi secara efisien dan menimbulkan keteguhan dalam kegiatan dan pertumbuhan ekonomi. Kegagalan ini mendorong pemerintah untuk menjalankan beberapa kegiatan ekonomi. Tujuan pemerintah dalam campur tangan tersebut adalah sebagai berikut:
Menjamin agar kesamaan hak untuk setiap individu tetap wujud dan penindasan dapat dihindarkan
Menjaga agar perekonomian dapat tumbuh dan mengalami perkembangan yang teratur dan stabil
Mengawasi kegiatan-kegiatan perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan besar yang dapat mempengaruhi pasar agar mereka tidak menjalankan praktek-praktek monopoli yang merugikan
Menyediakan barang bersama yaitu barang-barang seperti jalan raya, polisi dan tentara yang penggunaannya dilakukan secara kolektif oleh masyarakat untuk mempertinggi kesejahteraan sosial masyarakat
Mengawasi agar eksternalitas kegiatan ekonomi yang merugikan masyarakat dihindari atau dikurangi masalahnya.
Bentuk-bentuk campur tangan pemerintah tersebut adalah:
Membuat peraturan-peraturan
Menjalankan Kebijakan fiskal dan moneter
Melakukan kegiatan ekonomi secara langsung
Kebebasan yang tidak terbatas menindas golongan-golongan tertentu
Kegiatan ekonomi sangat tidak stabil keadaannya
Sistem pasar dapat menimbulkan monopoli
Mekanisme pasar tidak dapat menyediakan beberapa jenis barang
Kegiatan konsumen dan produsen mungkin menimbulkan kerugian
7. Kegagalan Pasar dan Campur Tangan Pemerintah
Yang di maksudkan dengan kegagalan pasar adalah ketidakmampuan dari suatu perekonomian pasar untuk berfungsi secara efisien dan menimbulkan keteguhan dalam kegiatan dan pertumbuhan ekonomi. Kegagalan ini mendorong pemerintah untuk menjalankan beberapa kegiatan ekonomi. Tujuan pemerintah dalam campur tangan tersebut adalah sebagai berikut:
Menjamin agar kesamaan hak untuk setiap individu tetap wujud dan penindasan dapat dihindarkan
Menjaga agar perekonomian dapat tumbuh dan mengalami perkembangan yang teratur dan stabil
Mengawasi kegiatan-kegiatan perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan besar yang dapat mempengaruhi pasar agar mereka tidak menjalankan praktek-praktek monopoli yang merugikan
Menyediakan barang bersama yaitu barang-barang seperti jalan raya, polisi dan tentara yang penggunaannya dilakukan secara kolektif oleh masyarakat untuk mempertinggi kesejahteraan sosial masyarakat
Mengawasi agar eksternalitas kegiatan ekonomi yang merugikan masyarakat dihindari atau dikurangi masalahnya.
Bentuk-bentuk campur tangan pemerintah tersebut adalah:
Membuat peraturan-peraturan
Menjalankan Kebijakan fiskal dan moneter
Melakukan kegiatan ekonomi secara langsung
D. MASALAH EKONOMI DAN SISTEM PENGATURAN PEREKONOMIAN
Kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat modern adalah sangat kompleks. Kegiatan tersebut meliputi berbagai jenis kegiatan produksi, konsumen dan perdagangan. Oleh karena itu kegiatan yang sangat kompleks tersebut maka banyak orang mungkin berpendapat bahwa membuat gambaran mengenai berbagai masalah ekonomi yang dihadapi masyarakat adalah mungkin dilakukan.
1. Bebebarapa Masalah Pokok Dalam Perekonomian
Beberapa masalah pokok dalam perekonomian dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Menentukan Barang dan Jasa yang Harus Diproduksi
Persoalan ini sangat penting karena merupakan faktor yang terutama yang akan menentukan corak penggunaan faktor-faktor produksi. Barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian sangat banyak jenisnya, yaitu dari barang yang sangat sederhana kepada barang yang kompleks. Masalah ini akibat langsung daripada ketidakmampuan sumber-sumber daya yang tersedia untuk memproduksi semua barang yang dibutuhkan masyarakat.
b. Menentukan Cara Barang Diproduksi
Biasanya terdapat beberapa cara untuk mengahasilkan suatu barang. Adanya beberapa kemungkinan untuk menghasilkan suatu barang dapat dengan jelas dilihat misalnya dalam kegiatan pertanian. Dalam sektor pertanian sejumlah produksi tertentu dapat dihasilkan dengan menggunakan tanah yang luas. Atau dapat pula dicapai dengan mengurangi keluasan tanah yang digunakan dan lebih banyak menggunakan modal dan teknologi yang lebih tinggi.
c. Menentukan Untuk Siapa Barang-barang Diprosuksi
Masalah selanjutnya yang harus difikirkan masyarakat adalah bagaimana pendapatan keseluruhan masyarakat didistribusikan kepada berbagai golongan dan individu dalam masyarakat itu. Untuk menjawab persoalan itu yang pertama kali dilakukan adalah melihat cara-cara pendapatan dari faktor-faktor produksi ditentukan.
Kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat modern adalah sangat kompleks. Kegiatan tersebut meliputi berbagai jenis kegiatan produksi, konsumen dan perdagangan. Oleh karena itu kegiatan yang sangat kompleks tersebut maka banyak orang mungkin berpendapat bahwa membuat gambaran mengenai berbagai masalah ekonomi yang dihadapi masyarakat adalah mungkin dilakukan.
1. Bebebarapa Masalah Pokok Dalam Perekonomian
Beberapa masalah pokok dalam perekonomian dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Menentukan Barang dan Jasa yang Harus Diproduksi
Persoalan ini sangat penting karena merupakan faktor yang terutama yang akan menentukan corak penggunaan faktor-faktor produksi. Barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian sangat banyak jenisnya, yaitu dari barang yang sangat sederhana kepada barang yang kompleks. Masalah ini akibat langsung daripada ketidakmampuan sumber-sumber daya yang tersedia untuk memproduksi semua barang yang dibutuhkan masyarakat.
b. Menentukan Cara Barang Diproduksi
Biasanya terdapat beberapa cara untuk mengahasilkan suatu barang. Adanya beberapa kemungkinan untuk menghasilkan suatu barang dapat dengan jelas dilihat misalnya dalam kegiatan pertanian. Dalam sektor pertanian sejumlah produksi tertentu dapat dihasilkan dengan menggunakan tanah yang luas. Atau dapat pula dicapai dengan mengurangi keluasan tanah yang digunakan dan lebih banyak menggunakan modal dan teknologi yang lebih tinggi.
c. Menentukan Untuk Siapa Barang-barang Diprosuksi
Masalah selanjutnya yang harus difikirkan masyarakat adalah bagaimana pendapatan keseluruhan masyarakat didistribusikan kepada berbagai golongan dan individu dalam masyarakat itu. Untuk menjawab persoalan itu yang pertama kali dilakukan adalah melihat cara-cara pendapatan dari faktor-faktor produksi ditentukan.
2. Batas Kemungkinan Produksi
Ketiga masalah ekonomi di atas dapat diterangkan lebih lanjut dengan bantuan grafik. Dengan pertolongan grafik dapatlah ditunjukkan dengan lebih jelas persoalan-persoalan yang dihadapi suatu perekonomian. Grafik yang dimaksud adalah batas kemungkinan produksi atau kemungkinan produksi.
Ketiga masalah ekonomi di atas dapat diterangkan lebih lanjut dengan bantuan grafik. Dengan pertolongan grafik dapatlah ditunjukkan dengan lebih jelas persoalan-persoalan yang dihadapi suatu perekonomian. Grafik yang dimaksud adalah batas kemungkinan produksi atau kemungkinan produksi.
a. Batas Kemungkinan Produksi Dalam Angka
Dua langka perlu dibuat untuk menentukan batas kemungkinan produksi dan kurva, kemungkinan produksi digunakan beberapa pemisalan penyederhanaan, sebagai berikut:
Semua faktor produksi sepenuhnya digunakan, maksudnya adalah bahwa semua tenaga yang bersedia dipekerjakan dan kapasitas alat-alat produksi yang sepenuhnya digunakan. Sebab akibat dari pemisalan ini tingkat produksi mencapai jumlah yang paling maksimum.
Jumlah faktor-faktor produksi tidak mengalami perubahan. Tetapi gabungan penggunaan mereka bisa diubah-ubah sehingga dapat menghasilkan barang-barang sesuai denagn keinginan masyarakat.
Tingkat teknologi tidak mengalami perubahan. Sebagai akibat dari pemisalan ini produktivitas berupa faktor produksi adalah tetap.
Dalam perekonomian biaya dapat dihasilkan dua jenis barang. Dalam contoh dimisalkan barang itu adalah barang industry dan barang pertanian.
Biaya kesempatan semakin meningkat. Yang diartikan dengan biaya kesempatan adalah besar pengurangan produksi suatu barang yang harus dilakukan untuk menambah produksi barang lain.
Dua langka perlu dibuat untuk menentukan batas kemungkinan produksi dan kurva, kemungkinan produksi digunakan beberapa pemisalan penyederhanaan, sebagai berikut:
Semua faktor produksi sepenuhnya digunakan, maksudnya adalah bahwa semua tenaga yang bersedia dipekerjakan dan kapasitas alat-alat produksi yang sepenuhnya digunakan. Sebab akibat dari pemisalan ini tingkat produksi mencapai jumlah yang paling maksimum.
Jumlah faktor-faktor produksi tidak mengalami perubahan. Tetapi gabungan penggunaan mereka bisa diubah-ubah sehingga dapat menghasilkan barang-barang sesuai denagn keinginan masyarakat.
Tingkat teknologi tidak mengalami perubahan. Sebagai akibat dari pemisalan ini produktivitas berupa faktor produksi adalah tetap.
Dalam perekonomian biaya dapat dihasilkan dua jenis barang. Dalam contoh dimisalkan barang itu adalah barang industry dan barang pertanian.
Biaya kesempatan semakin meningkat. Yang diartikan dengan biaya kesempatan adalah besar pengurangan produksi suatu barang yang harus dilakukan untuk menambah produksi barang lain.
3. Sistem-Sistem Perekonomian
Berbagai perekonomian yang ada di dunia ini diorganisasikan secara berbeda-beda. Bentuk organisasi perekonomian tersebut sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai kebudayaan, pandangan politik dan ideologi ekonomi dari masyarakat tersebut.
Berbagai perekonomian yang ada di dunia ini diorganisasikan secara berbeda-beda. Bentuk organisasi perekonomian tersebut sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai kebudayaan, pandangan politik dan ideologi ekonomi dari masyarakat tersebut.
a. Sistem Pasar Bebas atau Laissez-Faire
Dalam teori ekonomi dan dalam keadaan yang sebenarnya sistem pasar bebas atau sistem laissez-faire merupakan sistem ekonomi yang paling ideal. Oleh sebab itu pada masa kini semakin banyak negara yang melaksanakan sistem ini dengan sebaik-baiknya. Uraian berikut menerangkan asas sistem itu, dan bagaimana sistem ini mengatasi masalah-masalah pokok dalam perekonomian. Kata laissez-faire berasal dari bahasa Perancis yang berarti biarlah mereka melakukan pekerjaan sesuai dengan keingingan mereka, maka pada hakikatnya dalam sistem laissez faire anggota masyarakat diberikan kebebasan yang sepenuh-penuhnya untuk menentukan kegiatan ekonomi yang ingin mereka lakukan.
Dalam teori ekonomi dan dalam keadaan yang sebenarnya sistem pasar bebas atau sistem laissez-faire merupakan sistem ekonomi yang paling ideal. Oleh sebab itu pada masa kini semakin banyak negara yang melaksanakan sistem ini dengan sebaik-baiknya. Uraian berikut menerangkan asas sistem itu, dan bagaimana sistem ini mengatasi masalah-masalah pokok dalam perekonomian. Kata laissez-faire berasal dari bahasa Perancis yang berarti biarlah mereka melakukan pekerjaan sesuai dengan keingingan mereka, maka pada hakikatnya dalam sistem laissez faire anggota masyarakat diberikan kebebasan yang sepenuh-penuhnya untuk menentukan kegiatan ekonomi yang ingin mereka lakukan.
4. Sistem Ekonomi Campuran
Di samping menyadari kebaikan-kebaikannya, sejak lama ahli-ahli ekonomi telah menyadari bahwa mekanisme pasrar mempunyai bebarapa kelemahan dan menimbulkan kepincangan di masyarakat. Kelemahan dan kepincangan tersebut mendorong pemerintah untuk melakukan campur tangan dalam pemerintahan.
Di samping menyadari kebaikan-kebaikannya, sejak lama ahli-ahli ekonomi telah menyadari bahwa mekanisme pasrar mempunyai bebarapa kelemahan dan menimbulkan kepincangan di masyarakat. Kelemahan dan kepincangan tersebut mendorong pemerintah untuk melakukan campur tangan dalam pemerintahan.
a. Efek Sistem Pasar Bebas
Sistem ekonomi campuran adalahi sistem yang dikendalikan dan diawasi oleh pemerintah tetapi masyarakat masih mempunyai kebebasan yang cukup luas untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang mereka ingin mereka jalankan. Mekanisme pasar masih tetap memegang peran dalam menentukan corak kegiatan ekonomi yang dilakukan dalam masyarakat. Dalam sistem pasar bebas misalnya, golongan yang lemah makin lama akan semakin tertindas dan golongan yang kuat memperkukuh kedudukannya.
Sistem ekonomi campuran adalahi sistem yang dikendalikan dan diawasi oleh pemerintah tetapi masyarakat masih mempunyai kebebasan yang cukup luas untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang mereka ingin mereka jalankan. Mekanisme pasar masih tetap memegang peran dalam menentukan corak kegiatan ekonomi yang dilakukan dalam masyarakat. Dalam sistem pasar bebas misalnya, golongan yang lemah makin lama akan semakin tertindas dan golongan yang kuat memperkukuh kedudukannya.
b. Peranan Campur Tangan Pemerintah
Campur tangan pemerintah dalam perekonomian dapat dibedakan dalam tiga bentuk yang pertama adalah berupata peraturan-peraturan yang bertujuan untuk mengaturkan dan mengawasi kegiatan ekonomi agar mereka dijalankan dalam norma-norma yang wajar.
5. Sistem Ekonomi Perencanaan Pusat
Sistem ekonomi ini dipraktekkan di negara-negara komunis yang wujud hingga awal Tahun 1990-an. Ia merupakan sistem ekonomi di mana pemerintah sepenuhnya menentukan corak kegiatan ekonomi yang akan dilakukan. Ini berarti pemerintalah yang akan menjawab dan menyelesaikan masalah ekonomi pokok yang pertama, yaitu barang apakah yang harus diproduksi dan berapa jumlahnya? jawaban dari persoalan ini adalah dalam bentuk suatu perencanaan kegiata ekonomi yang sangat rinci yang menentukan kegiatan-kegiatann produksi yang harus dilakukan dalam beberapa tahun mendatan dan biasanya meliputi masa lima tahun. Oleh karena perencanaan itu meliputi hamper semua aspek kegiatan ekonomi maka perekonomian tersebut dinamakan juga sebagai command economy atau perekonomian yang kegiatannya diatur oleh pemerintah pusat.
Campur tangan pemerintah dalam perekonomian dapat dibedakan dalam tiga bentuk yang pertama adalah berupata peraturan-peraturan yang bertujuan untuk mengaturkan dan mengawasi kegiatan ekonomi agar mereka dijalankan dalam norma-norma yang wajar.
5. Sistem Ekonomi Perencanaan Pusat
Sistem ekonomi ini dipraktekkan di negara-negara komunis yang wujud hingga awal Tahun 1990-an. Ia merupakan sistem ekonomi di mana pemerintah sepenuhnya menentukan corak kegiatan ekonomi yang akan dilakukan. Ini berarti pemerintalah yang akan menjawab dan menyelesaikan masalah ekonomi pokok yang pertama, yaitu barang apakah yang harus diproduksi dan berapa jumlahnya? jawaban dari persoalan ini adalah dalam bentuk suatu perencanaan kegiata ekonomi yang sangat rinci yang menentukan kegiatan-kegiatann produksi yang harus dilakukan dalam beberapa tahun mendatan dan biasanya meliputi masa lima tahun. Oleh karena perencanaan itu meliputi hamper semua aspek kegiatan ekonomi maka perekonomian tersebut dinamakan juga sebagai command economy atau perekonomian yang kegiatannya diatur oleh pemerintah pusat.
E. PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN PASAR
1. Teori Permintaan dan Kurva Permintaan
Teori permintaan menerangkan tentang ciri hubungan antara jumlah permintaan dan harga.
Beberapa penentuan permintaan, yaitu :
Harga barang itu sendiri.
Harga barang lain yang berkaitan erat dengan barang tersebut.
Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat.
Corak distribusi pendapatan dalam masyarakat.
Cita rasa masyarakat.
Jumlah penduduk.
Ramalan mengenai keadaan dimasa yang akan datang.
Dalam analisis tersebut diasumsikan bahwa “factor-faktor lain tidak mengalami perubahan” atau ceteris paribus.
2. Harga dan Permintaan
Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan : makin rendah harga suatu barang maka makin banyak permintaan terhadap barang tersebut , sebaliknya makin tinggi harga suatu barang maka makin sedikit permintaan terhadap barang tersebut.
3. Daftar Permintaan
Daftar permintaan adalah suatu tabel yang memberi gambaran dalam angka-angka tentang hubungan antara harga dengan jumlah barang yang diminta masyarakat.
4. Kurva Permintaan
Kurva Permintaan dapat didefenisikan sebagai suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang diminta para pembeli.
5. Permintaan Perseorangan dan Permintaan Pasar
Permintaan terhadap suatu barang dapat dilihat dari dua sudut, yaitu permintaan yang dilakukan oleh seseorang dan permintaan yang dilakukan oleh semua orang dalam pasar. Oleh Karena itu, dalam analisis perlu dibedakan antara kurva permintaan perseorangan dan kurva permintaan pasar.
1. Teori Permintaan dan Kurva Permintaan
Teori permintaan menerangkan tentang ciri hubungan antara jumlah permintaan dan harga.
Beberapa penentuan permintaan, yaitu :
Harga barang itu sendiri.
Harga barang lain yang berkaitan erat dengan barang tersebut.
Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat.
Corak distribusi pendapatan dalam masyarakat.
Cita rasa masyarakat.
Jumlah penduduk.
Ramalan mengenai keadaan dimasa yang akan datang.
Dalam analisis tersebut diasumsikan bahwa “factor-faktor lain tidak mengalami perubahan” atau ceteris paribus.
2. Harga dan Permintaan
Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan : makin rendah harga suatu barang maka makin banyak permintaan terhadap barang tersebut , sebaliknya makin tinggi harga suatu barang maka makin sedikit permintaan terhadap barang tersebut.
3. Daftar Permintaan
Daftar permintaan adalah suatu tabel yang memberi gambaran dalam angka-angka tentang hubungan antara harga dengan jumlah barang yang diminta masyarakat.
4. Kurva Permintaan
Kurva Permintaan dapat didefenisikan sebagai suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang diminta para pembeli.
5. Permintaan Perseorangan dan Permintaan Pasar
Permintaan terhadap suatu barang dapat dilihat dari dua sudut, yaitu permintaan yang dilakukan oleh seseorang dan permintaan yang dilakukan oleh semua orang dalam pasar. Oleh Karena itu, dalam analisis perlu dibedakan antara kurva permintaan perseorangan dan kurva permintaan pasar.
6. Harga Barang-Barang Lain
a. Barang Pengganti
Suatu barang dinamakan barang pengganti kepada barang lain apabila ia dapat menggantikan fungsi barang lain tersebut. Kopi dan Teh adalah salah satu barang yang dapat saling menggantikan fungsinya. Seseorang yang suka minum teh selalu dapat menerima minum kopi apabila teh tidak ada, begitu juga sebaliknya.
b. Barang Pelengkap
Apabila suuatu barang selalu digunakan bersamaan dengan barang lainnya,maka barang tersebut dinamakan barang pelengkap terhadap barang lain tersebut. Gula adalah barang pelengkap kepada kopi atau teh karena pada umumnya kopi dan teh yang kita minum harus dibubuhi gula.
c. Barang Netral
Permintaan terhadap beras dan terhadap buku tulis tidak mempunyai hubungan sama sekali. Maksudnya, perubahan permintaan dan harga beras tidak mempengaruhi permintaan buku tulis dan begitu juga sebaliknya.
7. Pendapatan Para Pembeli
Pendapatan para pembeli merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan corak permintaan terhadap berbagai barang.
a. Barang Inferior
Barang inferior adalah barang yang banyak diminta oleh orang-orang yang berpendapatan rendah. Kalau pendapatan bertambah tinggi maka permintaan terhadap barang-barang yang tergolong barang inferior akan berkurang. Ubi kayu adalah salah satu barang inferior. Pada pendapatan yang sangat rendah orang-orang mengkonsumsi ubi kayu sebagai pengganti beras atau makanan ringan.
b. Barang Esensial
barang esensial adalah barang yang sangat penting artinya dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Biasanya barang itu terdiri dari kebutuhan pokok masyarakat seperti makanan (beras,kopi,dan gula) dan pakaian yang utama. Perbelanjaan seperti ini tidak berubah walaupun pendapatan meningkat.
c. Barang Normal
Suatu barang dikatakan normal apabila ia mengalami kenaikan dalam permintaan sebagai akibat dari kenaikan pendapatan. Beberapa contohnya adalah Pakaian, sepatu, berbagai jenis peralatan rumah tangga, dan berbagai jenis makanan.
d. Barang Mewah
Jenis-jenis barang yang dibeli orang apabila pendapatan mereka sudah relatif tinggi termasuk dalam golongan ini. Emas, Intan, mobil sedan adalah beberapa barang mewah.
8. Distribusi Pendapatan
Distribusi pendapatan juga dapat mempengaruhi corak permintaan terhadap berrbagai jenis barang. Barang-barang yang digunakan oleh orang-orang kaya akan berkurang permintaannya, tetapi sebaliknya barang-barang yang digunakan orang yang berpendapatan rendah yang mengalami kenaikan pendapatan akan bertambah permintaannya.
a. Barang Pengganti
Suatu barang dinamakan barang pengganti kepada barang lain apabila ia dapat menggantikan fungsi barang lain tersebut. Kopi dan Teh adalah salah satu barang yang dapat saling menggantikan fungsinya. Seseorang yang suka minum teh selalu dapat menerima minum kopi apabila teh tidak ada, begitu juga sebaliknya.
b. Barang Pelengkap
Apabila suuatu barang selalu digunakan bersamaan dengan barang lainnya,maka barang tersebut dinamakan barang pelengkap terhadap barang lain tersebut. Gula adalah barang pelengkap kepada kopi atau teh karena pada umumnya kopi dan teh yang kita minum harus dibubuhi gula.
c. Barang Netral
Permintaan terhadap beras dan terhadap buku tulis tidak mempunyai hubungan sama sekali. Maksudnya, perubahan permintaan dan harga beras tidak mempengaruhi permintaan buku tulis dan begitu juga sebaliknya.
7. Pendapatan Para Pembeli
Pendapatan para pembeli merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan corak permintaan terhadap berbagai barang.
a. Barang Inferior
Barang inferior adalah barang yang banyak diminta oleh orang-orang yang berpendapatan rendah. Kalau pendapatan bertambah tinggi maka permintaan terhadap barang-barang yang tergolong barang inferior akan berkurang. Ubi kayu adalah salah satu barang inferior. Pada pendapatan yang sangat rendah orang-orang mengkonsumsi ubi kayu sebagai pengganti beras atau makanan ringan.
b. Barang Esensial
barang esensial adalah barang yang sangat penting artinya dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Biasanya barang itu terdiri dari kebutuhan pokok masyarakat seperti makanan (beras,kopi,dan gula) dan pakaian yang utama. Perbelanjaan seperti ini tidak berubah walaupun pendapatan meningkat.
c. Barang Normal
Suatu barang dikatakan normal apabila ia mengalami kenaikan dalam permintaan sebagai akibat dari kenaikan pendapatan. Beberapa contohnya adalah Pakaian, sepatu, berbagai jenis peralatan rumah tangga, dan berbagai jenis makanan.
d. Barang Mewah
Jenis-jenis barang yang dibeli orang apabila pendapatan mereka sudah relatif tinggi termasuk dalam golongan ini. Emas, Intan, mobil sedan adalah beberapa barang mewah.
8. Distribusi Pendapatan
Distribusi pendapatan juga dapat mempengaruhi corak permintaan terhadap berrbagai jenis barang. Barang-barang yang digunakan oleh orang-orang kaya akan berkurang permintaannya, tetapi sebaliknya barang-barang yang digunakan orang yang berpendapatan rendah yang mengalami kenaikan pendapatan akan bertambah permintaannya.
9. Teori Penawaran dan Kurva Penawaran
Pada tingkat ini analisi hanya dibatasi kepada menerangkan dua hal berikut:
Sifat hubungan antara harga dan penawaran.
faktor-faktor penting yang mempengaruhi penawaran.
10.Penentu-Penentu Penawaran
Penentu-penentu penawaran dalam ekonomi adalah sebagai berikut:
Harga barang itu sendiri.
Harga barang-barang lain.
Biaya produksi.
Tujuan-tujuan operasi perusahaan tersebut.
Tingkat teknologi yang digunakan.
11. Hukum Penawaran
Hukum penawaran adalah suatu pernyataan yang menjelaskan tentang sifat hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan para penjual.
Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa makin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual, sebaliknya, makin rendah harga suatu barang semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.
Kurva penawaran adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan di antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan.
Teori penawaran adalah analisis dalam ilmu ekonomi yang menerangkan faktor-faktor yang menentukan penawaran, dan bagaimana faktor ini akan menentukan keseimbangan dan perubahan keseimbangan di pasar.
F. ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Setiap perubahan harga akan mengubah kuantitas yang diminta. Akan tetapi sampai dimana setiap perubahan harga akan menimbulkan perubahan tersebut, berbeda di antara satu barang dengan barang lainnya. Ada yang menimbulkan perubahan kuantitas yang besar, tetapi ada pula yang perubahan kuantitasnya sangat kecil. Elastisitas permintaan dan penawaran merupakan ukuran yang menunjukkan sampai di mana kuantitas yang diminta atau ditawarkan akan mengalami perubahan sebagai akibat dari suatu perubahan harga.
Elastisitas permintaan menunjukkan persentasi perubahan kuantitas yang diminta sebagai akibat perubahan harga sebesar satu persen. Kuantitas yang diminta dapat berubah sebanyak satu persen, lebih besar atau lebih kecil. Elastisitas permintaan dapat dibedakan kepada tiga konsep berikut: 1. Elastisitas Permintaan Harga
Elastiitas permintaan harga menunjukkan sampai di mana kuantitas akan mengalami perubahan apabila harga berubah.
Beberapa ciri penting dari elastisitas permintaan harga adalah:
Setiap perubahan harga akan mewujudkan dua nilai elastisitas, dan untuk menghindari kelemahan ini elastisitas dapat dihitung dengan menggunakan rumus titik tengah.
Sepanjang satu garis lurus nilai elastisitasnya berbeda, Tingkat elastisitas dapat dibedakan kepada lima golongan : elastis, tidak elastis, elastis uniter, tidak elastis sempurna dan elastis sempurna.
Pada tingkat ini analisi hanya dibatasi kepada menerangkan dua hal berikut:
Sifat hubungan antara harga dan penawaran.
faktor-faktor penting yang mempengaruhi penawaran.
10.Penentu-Penentu Penawaran
Penentu-penentu penawaran dalam ekonomi adalah sebagai berikut:
Harga barang itu sendiri.
Harga barang-barang lain.
Biaya produksi.
Tujuan-tujuan operasi perusahaan tersebut.
Tingkat teknologi yang digunakan.
11. Hukum Penawaran
Hukum penawaran adalah suatu pernyataan yang menjelaskan tentang sifat hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan para penjual.
Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa makin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual, sebaliknya, makin rendah harga suatu barang semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.
Kurva penawaran adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan di antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan.
Teori penawaran adalah analisis dalam ilmu ekonomi yang menerangkan faktor-faktor yang menentukan penawaran, dan bagaimana faktor ini akan menentukan keseimbangan dan perubahan keseimbangan di pasar.
F. ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Setiap perubahan harga akan mengubah kuantitas yang diminta. Akan tetapi sampai dimana setiap perubahan harga akan menimbulkan perubahan tersebut, berbeda di antara satu barang dengan barang lainnya. Ada yang menimbulkan perubahan kuantitas yang besar, tetapi ada pula yang perubahan kuantitasnya sangat kecil. Elastisitas permintaan dan penawaran merupakan ukuran yang menunjukkan sampai di mana kuantitas yang diminta atau ditawarkan akan mengalami perubahan sebagai akibat dari suatu perubahan harga.
Elastisitas permintaan menunjukkan persentasi perubahan kuantitas yang diminta sebagai akibat perubahan harga sebesar satu persen. Kuantitas yang diminta dapat berubah sebanyak satu persen, lebih besar atau lebih kecil. Elastisitas permintaan dapat dibedakan kepada tiga konsep berikut: 1. Elastisitas Permintaan Harga
Elastiitas permintaan harga menunjukkan sampai di mana kuantitas akan mengalami perubahan apabila harga berubah.
Beberapa ciri penting dari elastisitas permintaan harga adalah:
Setiap perubahan harga akan mewujudkan dua nilai elastisitas, dan untuk menghindari kelemahan ini elastisitas dapat dihitung dengan menggunakan rumus titik tengah.
Sepanjang satu garis lurus nilai elastisitasnya berbeda, Tingkat elastisitas dapat dibedakan kepada lima golongan : elastis, tidak elastis, elastis uniter, tidak elastis sempurna dan elastis sempurna.
Faktor utama yang menentukan elastisitas permintaan harga adalah:
Banyaknya barang pengganti yang tersedia.
Persentasi pendapatan yang dibelanjakan.
Jangka waktu analisis.
Elastisitas permintaan silang.
Banyaknya barang pengganti yang tersedia.
Persentasi pendapatan yang dibelanjakan.
Jangka waktu analisis.
Elastisitas permintaan silang.
Elastiitas permintaan silang akan mengukur sampai di mana kuantitas akan berubah apabila harga barang lain mengalami perubahan.
2. Elastisitas Permintaan Pendapatan
Elastisitas permintaan pendapatan mengukur sampai di mana kuantitas diminta akan mengalami perubahan apabila pendapatan berubah.
Elastisitas permintaan pendapatan mengukur sampai di mana kuantitas diminta akan mengalami perubahan apabila pendapatan berubah.
Terdapat perkaitan yang erat diantara elastisitas dan hasil penjualan. Sifat perkaitan itu adalah :
Apabila permintaan elastis, penurunan harga akan menambah hasil penjualan.
Apabila permintaan tidak elastis, penurunan harga akan menurunkan hasil penjualan.
Apabila nilai elastisitas permintaan adalah satu, perubahan harga tidak mengubah hasil penjualan.
Elastisitas penawaran menunjukkan persentasi perubahan kuantitas yang ditawarkan sebagai akibat perubahan harga sebesar satu persen. Seperti juga elastisitas permintaan, elastisitas penawaran dapat dibedakan kepada lima golongan : elastis, tidak elastis, Elastis Uniter, Tidak elastis sempurna dan elastis sempurna. faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran adalah:
Sifat perubahan biaya produksi.
Jangka waktu analisis.
Tingkat elastisitas penggolongan elastisitas kepada konsep elastisitas berikut : Elastisitas (nilai elastisitas lebih besar dari satu), tidak elastis (nilai elastisitas diantara 0 dan 1), elastisitas uniter (nilai elastisitas adalah satu), tidak elastis sempurna (elastisitas adalah 0) dan elastisitas sempurna (elastisitas nilainya tak terhingga).
Apabila permintaan elastis, penurunan harga akan menambah hasil penjualan.
Apabila permintaan tidak elastis, penurunan harga akan menurunkan hasil penjualan.
Apabila nilai elastisitas permintaan adalah satu, perubahan harga tidak mengubah hasil penjualan.
Elastisitas penawaran menunjukkan persentasi perubahan kuantitas yang ditawarkan sebagai akibat perubahan harga sebesar satu persen. Seperti juga elastisitas permintaan, elastisitas penawaran dapat dibedakan kepada lima golongan : elastis, tidak elastis, Elastis Uniter, Tidak elastis sempurna dan elastis sempurna. faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran adalah:
Sifat perubahan biaya produksi.
Jangka waktu analisis.
Tingkat elastisitas penggolongan elastisitas kepada konsep elastisitas berikut : Elastisitas (nilai elastisitas lebih besar dari satu), tidak elastis (nilai elastisitas diantara 0 dan 1), elastisitas uniter (nilai elastisitas adalah satu), tidak elastis sempurna (elastisitas adalah 0) dan elastisitas sempurna (elastisitas nilainya tak terhingga).
G. APLIKASI TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Analisis permintaan dan penawaran memberikan bantuan yang sangat berartikepada ahli ekonomi dalam memahami beberapa peristiwa ekonomi yang wujud dalam masyarakat. Teori permintaan dan penawaran terutama berguna untuk menerangkan interaksi antara penjual dan pembeli di pasar persaingan sempurna, yaitu di dalam pasar-pasar di mana terdapat banyak penjual dan pembeli.
1. Masalah Jangka Panjang Sektor Pertanian
Di dalam perekonomian yang belum berkembang, sektor pertanian penting sekali artinya. Sebagian besar dari produksi nasional merupakan hasil pertanian dan sebagian besar pendapatan rumah tangga dibelanjakan untuk membeli hasil-hasil pertanian. Perkembangan ekonomi sedikit demi sedikit akan mengurangi peranan sektor pertanian yang besar tersebut. Dalam perekonomian yang sudah modern, seperti di Amerika Serikat dan di negara-negara eropa barat, pertanian memegang peranan yang sangat kecil dalam sumbangannya terhadap produksi nasional.
Hanya sebagian kecil saja dari pendapatan rumah tangga digunakan untuk membeli barang-barang pertanian. Sejalan dengan berlakunya kemerosotan peranan sektor pertanian dalam menciptakan produksi nasional maka peranannya dalam menyediakan pekerjaanjuga merosot.
Di dalam perekonomian yang belum berkembang, sektor pertanian penting sekali artinya. Sebagian besar dari produksi nasional merupakan hasil pertanian dan sebagian besar pendapatan rumah tangga dibelanjakan untuk membeli hasil-hasil pertanian. Perkembangan ekonomi sedikit demi sedikit akan mengurangi peranan sektor pertanian yang besar tersebut. Dalam perekonomian yang sudah modern, seperti di Amerika Serikat dan di negara-negara eropa barat, pertanian memegang peranan yang sangat kecil dalam sumbangannya terhadap produksi nasional.
Hanya sebagian kecil saja dari pendapatan rumah tangga digunakan untuk membeli barang-barang pertanian. Sejalan dengan berlakunya kemerosotan peranan sektor pertanian dalam menciptakan produksi nasional maka peranannya dalam menyediakan pekerjaanjuga merosot.
2. Pertambahan Permintaan Barang Pertanian Lambat
Pertumbuhan ekonomi menyebabkan pendapatan rumah tangga terus-menerus bertambah negara Barat, pertambahan pendapatan yang dicapai semenjak permulaan abad yang lama adalah sangat besar.
Corak permintaan masyarakat mengalami perubahan yang sangat drastis dalam perekonomian yang mengalami pertumbuhan. Kenaikan pendapatan akan menaikkan konsumsi berbagai macam barang, baik barang indrustri maupun barang pertanian. Tetapi kenaikan itu tidaklah berbanding lurus dengan kenaikan pendapatan.
Pertambahan konsumsi barang-barang pertanian seperti barang pakaian, perumahan, barang tahan lama, hiburan dan pelancongan-pelancongan mengalami pertambahan lebih cepat dari pada pertambahan pendapatan. Ini berarti barang-barang seperti itu mempunyai elastisitas permintaan pendapatan yang tinggi. Sebaliknya, permintaan terhadap hasil-hasil pertanian bertambah lebih lambat dari pada pertambahan kenaikan pendapatan, yang berarti bahwa elastisitas permintaan pendapatannya rrendah.
Dengan demikian, dari sudut permintaan, wujud kecenderungan yang melebarkan jurang antara harga pertanian dan barang indrustri. Maka kenaikan harganya akan mengalamipertambahanyang lebih cepat pula kalau dibandingkan dengan kenaikan harga barang pertanian. Akibatnya, dalam jangka panjang perbedaan harga barang indrustri dan barang pertanian cenderung untuk menjadi semakin melebar.
Pertumbuhan ekonomi menyebabkan pendapatan rumah tangga terus-menerus bertambah negara Barat, pertambahan pendapatan yang dicapai semenjak permulaan abad yang lama adalah sangat besar.
Corak permintaan masyarakat mengalami perubahan yang sangat drastis dalam perekonomian yang mengalami pertumbuhan. Kenaikan pendapatan akan menaikkan konsumsi berbagai macam barang, baik barang indrustri maupun barang pertanian. Tetapi kenaikan itu tidaklah berbanding lurus dengan kenaikan pendapatan.
Pertambahan konsumsi barang-barang pertanian seperti barang pakaian, perumahan, barang tahan lama, hiburan dan pelancongan-pelancongan mengalami pertambahan lebih cepat dari pada pertambahan pendapatan. Ini berarti barang-barang seperti itu mempunyai elastisitas permintaan pendapatan yang tinggi. Sebaliknya, permintaan terhadap hasil-hasil pertanian bertambah lebih lambat dari pada pertambahan kenaikan pendapatan, yang berarti bahwa elastisitas permintaan pendapatannya rrendah.
Dengan demikian, dari sudut permintaan, wujud kecenderungan yang melebarkan jurang antara harga pertanian dan barang indrustri. Maka kenaikan harganya akan mengalamipertambahanyang lebih cepat pula kalau dibandingkan dengan kenaikan harga barang pertanian. Akibatnya, dalam jangka panjang perbedaan harga barang indrustri dan barang pertanian cenderung untuk menjadi semakin melebar.
3. Kemajuan Teknologi Yang Pesat
Telah dijelaskan diatas bahwa di negara-negara maju hanya sebagian kecil penduduknya bekerja di sektor pertanian. Hal ini dimungkinkan oleh perkembangan teknologi yang cepat di sektor tersebut sehingga memungkinkan kenaikan produktivitas yang sangat tinggi. Sebagai akibat dari kenaikan produktivitas yang seperti itu, yang dialami oleh Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya, produksi pertanian dapat dinaikkan dengan cepat apabila terdapat cukup banyak permintaan.
Keadaan tersebut menimbulkan dua implikasi pentingkepada sektor pertanian di negara-negara maju. Yang pertama, hal itu mendorong kepada perpindahan tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor indrustri. Tetapi perpindahan itu pada umumnya tidaklah secepat seperti yang diperlukan dan ini terutama disebabkan oleh karena kekurangan kesempatan kerja di sektor lain. Yang kedua, kemajuan teknologiyang cepat telah menimbulkan masalah kelebihan produksi pertanian. Keadaan ini menyebabkan harga barang pertanian cenderung untuk tetap berada ditingkat yang sangat rendah.
Telah dijelaskan diatas bahwa di negara-negara maju hanya sebagian kecil penduduknya bekerja di sektor pertanian. Hal ini dimungkinkan oleh perkembangan teknologi yang cepat di sektor tersebut sehingga memungkinkan kenaikan produktivitas yang sangat tinggi. Sebagai akibat dari kenaikan produktivitas yang seperti itu, yang dialami oleh Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya, produksi pertanian dapat dinaikkan dengan cepat apabila terdapat cukup banyak permintaan.
Keadaan tersebut menimbulkan dua implikasi pentingkepada sektor pertanian di negara-negara maju. Yang pertama, hal itu mendorong kepada perpindahan tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor indrustri. Tetapi perpindahan itu pada umumnya tidaklah secepat seperti yang diperlukan dan ini terutama disebabkan oleh karena kekurangan kesempatan kerja di sektor lain. Yang kedua, kemajuan teknologiyang cepat telah menimbulkan masalah kelebihan produksi pertanian. Keadaan ini menyebabkan harga barang pertanian cenderung untuk tetap berada ditingkat yang sangat rendah.
4. Masalah Jangka Panjang Pertanian Dalam Grafik
Masalah jangka panjang sektor pertanian dapat juga diterangkan dengan menggunakan perubahan terhadap kurva permintaan dan penawaran. Kenaikan pendapatan dan pertambahan penduduk dalam jangka panjang akan menambah permintaan. Tetapi, karena elastisitas permintaan pendapatan untuk barang pertanian adalah rendah, maka pertambahan permintaan terhadap hasil pertanian tidak begitu besar.
Masalah jangka panjang sektor pertanian dapat juga diterangkan dengan menggunakan perubahan terhadap kurva permintaan dan penawaran. Kenaikan pendapatan dan pertambahan penduduk dalam jangka panjang akan menambah permintaan. Tetapi, karena elastisitas permintaan pendapatan untuk barang pertanian adalah rendah, maka pertambahan permintaan terhadap hasil pertanian tidak begitu besar.
5. Masalah Jangka Pendek Dalam Sektor Pertanian
Dalam jangka pendek harga hasil-hasil pertanian cenderung mengalami naik turun yang relatif besar. Harganya boleh mencapai tingkat yang sangat tinggi pada suatu masa, sebaliknya mengalami kemerosotan yang sangat buruk pada masa berikutnya. Kesetidakstabilan harga tersebut di sebabkan oleh permintaan dan penawaran terhadap barang pertanian yang sifatnya tidak elastis. Sifat ini menyebabkan perubahan yang sangat besar terhadap tingkat harga apabila permintaan atau penawaran mengalami perubahan.
Dalam jangka pendek harga hasil-hasil pertanian cenderung mengalami naik turun yang relatif besar. Harganya boleh mencapai tingkat yang sangat tinggi pada suatu masa, sebaliknya mengalami kemerosotan yang sangat buruk pada masa berikutnya. Kesetidakstabilan harga tersebut di sebabkan oleh permintaan dan penawaran terhadap barang pertanian yang sifatnya tidak elastis. Sifat ini menyebabkan perubahan yang sangat besar terhadap tingkat harga apabila permintaan atau penawaran mengalami perubahan.
6. Ketidakstabilan Yang Bersumber Dari Perubahan Penawaran
Tingkat produksi sektor pertanian sangat di pengaruhi oleh faktor-faktor yang berada di dalam kemampuan para petani untuk mengendalikannya. Produksi pertanian sangat dipengaruhi oleh faktor alamiah. Pada umumnya, produksi hasil pertanian selalu berubah-ubah dari satu musim ke musim lainnya. Perubahan musiman ini terutama dipengaruhi oleh pengaruh cuaca, iklim faktor-faktor alamiah yang lain seperti banjir, hujan yang terlalu banyak atau kemarau yang terlalu panjang.
Dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang, permintaan terhadap barang pertanian bersifat tidak elastis. Dalam jangka panjang ini disebabkan karena leastisitas permintaan pendapatan terhadap barang-barang pertanian adalah rendah, yaitu kenaikan dalam pendapatan hanya menimbulkan kenaikan yang kecil saja terhadap permintaan. Dalam jangka pendek, ia tidak elastis karena kebanyakan hasil-hasil pertanian merupakan barang kebutuhan pokok harian, yaitu digunakan tiap-tiap hari. Walaupun harganya sangat meningkat namun jumlah yang sama masih tetap harus dikonsumsi. Sebaliknya pada waktu harga sangat merosot konsumsi tidak akan banyak bertambah karena kebutuhan konsumsi yang relatif tetap.
Tingkat produksi sektor pertanian sangat di pengaruhi oleh faktor-faktor yang berada di dalam kemampuan para petani untuk mengendalikannya. Produksi pertanian sangat dipengaruhi oleh faktor alamiah. Pada umumnya, produksi hasil pertanian selalu berubah-ubah dari satu musim ke musim lainnya. Perubahan musiman ini terutama dipengaruhi oleh pengaruh cuaca, iklim faktor-faktor alamiah yang lain seperti banjir, hujan yang terlalu banyak atau kemarau yang terlalu panjang.
Dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang, permintaan terhadap barang pertanian bersifat tidak elastis. Dalam jangka panjang ini disebabkan karena leastisitas permintaan pendapatan terhadap barang-barang pertanian adalah rendah, yaitu kenaikan dalam pendapatan hanya menimbulkan kenaikan yang kecil saja terhadap permintaan. Dalam jangka pendek, ia tidak elastis karena kebanyakan hasil-hasil pertanian merupakan barang kebutuhan pokok harian, yaitu digunakan tiap-tiap hari. Walaupun harganya sangat meningkat namun jumlah yang sama masih tetap harus dikonsumsi. Sebaliknya pada waktu harga sangat merosot konsumsi tidak akan banyak bertambah karena kebutuhan konsumsi yang relatif tetap.
7. Ketidakstabilan Yang Ditimbukan Oleh Perubahan Permintaan
Setiap perekonomian tidak selalu menjadi tingkat kegiatan yang tinggi.ada kalanya ia mengalami resesi dan kemunduran dan adakalanya tenaga kerja dan barang-barang modal hampir sepenuhnya digunakan. Perubahan permintaan yang disebabkan oleh naik turunnya kegiatan ekonomi ini akan menimbulkan perubahan harga.
Penawaran barang pertanian yang sukar berubah tersebut, yang diikuti pula oleh ketidak elastisan permintaanya, dapat menyebabkan perubahan harga yang sangat besar apabila berlaku perubahan permintaan.
Setiap perekonomian tidak selalu menjadi tingkat kegiatan yang tinggi.ada kalanya ia mengalami resesi dan kemunduran dan adakalanya tenaga kerja dan barang-barang modal hampir sepenuhnya digunakan. Perubahan permintaan yang disebabkan oleh naik turunnya kegiatan ekonomi ini akan menimbulkan perubahan harga.
Penawaran barang pertanian yang sukar berubah tersebut, yang diikuti pula oleh ketidak elastisan permintaanya, dapat menyebabkan perubahan harga yang sangat besar apabila berlaku perubahan permintaan.
8. Menstabilkan Harga dan Pendapatan Pertanian
Untuk menstabilkan harga dan pendapatan produsen hasil pertanian berbagai negara melakukan campur tangan dalam penentuan produksi dan harga. Campur tangan tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara. Dari cara-cara ini ada tiga yang penting, yaitu :
Untuk menstabilkan harga dan pendapatan produsen hasil pertanian berbagai negara melakukan campur tangan dalam penentuan produksi dan harga. Campur tangan tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara. Dari cara-cara ini ada tiga yang penting, yaitu :
Membatasi (menentukan quota) tingkat produksi yang dapat dilakukan tiap-tiap produsen.
Melakukan pembelian-pembelian barang yang ingin distabilkan harganya di pasaran bebas.
Memberikan subsidi kepada para produsen apabila hara pasar adalah lebih rendah dan harga yang dianggap sesuai oleh pemerintah.
Melakukan pembelian-pembelian barang yang ingin distabilkan harganya di pasaran bebas.
Memberikan subsidi kepada para produsen apabila hara pasar adalah lebih rendah dan harga yang dianggap sesuai oleh pemerintah.
9. Campur Tangan Dalam Jual Beli
Cara lain yang dapat dilaksanakan pemerintah untuk menstabilkan harga dan menjaga petani menerima harga yang wajar adalah dengan melakukan jual beli hasil pertanian yang harganya akan distabilkan. Untuk melakukan campur tangan ini pemerintah perlu mendirikan badan yang akan melakukan jual beli barang dan menyimpan stok barang yang akan diperjualbelikan. Dalam persoalan ini akan dianalisis dua keadaan berikut :
Pemerintah menstabilkan harga pada tingkat yang ditentukan oleh pasar bebas.
Pemerintah menstabilkan harga pada tingkat yang lebih tinggi dari harga keseimbangan pasar bebas.
10. Kebijakan Harga Maksimum
Di dalam masa perang atau ketidakstabilan politik dan kadang-kadang juga dalam masa adakalanya timbul keadaan di mana penawaran adalah terbatas sedangkan permintaan lebih besar. Dalam pasar bebas, keadaan seperti itu akan menyebabkan harga keseimbangan mencapai tingkat yang jauh lebih tinggi dari harganya yang wajar.
Kebijakan harga maksimum bertujuan untuk mengendalikan harga pada tingkat yang lebih rendah dari pada harga keseimbangan dalam pasar bebas.
Cara lain yang dapat dilaksanakan pemerintah untuk menstabilkan harga dan menjaga petani menerima harga yang wajar adalah dengan melakukan jual beli hasil pertanian yang harganya akan distabilkan. Untuk melakukan campur tangan ini pemerintah perlu mendirikan badan yang akan melakukan jual beli barang dan menyimpan stok barang yang akan diperjualbelikan. Dalam persoalan ini akan dianalisis dua keadaan berikut :
Pemerintah menstabilkan harga pada tingkat yang ditentukan oleh pasar bebas.
Pemerintah menstabilkan harga pada tingkat yang lebih tinggi dari harga keseimbangan pasar bebas.
10. Kebijakan Harga Maksimum
Di dalam masa perang atau ketidakstabilan politik dan kadang-kadang juga dalam masa adakalanya timbul keadaan di mana penawaran adalah terbatas sedangkan permintaan lebih besar. Dalam pasar bebas, keadaan seperti itu akan menyebabkan harga keseimbangan mencapai tingkat yang jauh lebih tinggi dari harganya yang wajar.
Kebijakan harga maksimum bertujuan untuk mengendalikan harga pada tingkat yang lebih rendah dari pada harga keseimbangan dalam pasar bebas.
11. Membatasi Jumlah Produksi
Untuk menjaga agar produksi tidak mencapai tingkat yang berlebihan, sehingga menimbulkan masalah-masalah yang menyebabkan kemerosotan pendapatan produsen hasil pertanian, pemerintah dapat membatasi jumlah produksi yang dibenarkan dicapai para produsen. Misalkan harga yang tercapai dalam pasar bebas ini tidak memuaskan petani dan pemerintah, sebab dianggap harga tersebut terlalu rendah. Harga yang dianggap memadai adalah yang akan memberikan pendapatan yang lumayan kepada para petani.
Untuk menjaga agar produksi tidak mencapai tingkat yang berlebihan, sehingga menimbulkan masalah-masalah yang menyebabkan kemerosotan pendapatan produsen hasil pertanian, pemerintah dapat membatasi jumlah produksi yang dibenarkan dicapai para produsen. Misalkan harga yang tercapai dalam pasar bebas ini tidak memuaskan petani dan pemerintah, sebab dianggap harga tersebut terlalu rendah. Harga yang dianggap memadai adalah yang akan memberikan pendapatan yang lumayan kepada para petani.
12. Menstabilkan Harga Pada Keseimbangan Pasar Bebas
Dalam kebijakan ini yang diusahakan pemerintah adalah sama dengan harga keseimbangan yang ditentukan dalam pasar bebas. Jadi pada hakikatnya pemerintah berpendapat bahwa harga yang ditentukan oleh pasar bebas sudah cukup wajar dan tidak perlu diubah. Yang diusahakan pemerintah adalah agar dalam jangka panjang harga tetap dapat dipertahankan. Untuk melihat bagaimana kebijakan menstabilkan harga seperti yang dinyatakan.
Dalam kebijakan ini yang diusahakan pemerintah adalah sama dengan harga keseimbangan yang ditentukan dalam pasar bebas. Jadi pada hakikatnya pemerintah berpendapat bahwa harga yang ditentukan oleh pasar bebas sudah cukup wajar dan tidak perlu diubah. Yang diusahakan pemerintah adalah agar dalam jangka panjang harga tetap dapat dipertahankan. Untuk melihat bagaimana kebijakan menstabilkan harga seperti yang dinyatakan.
13. Menstabilkan Pendapatan Dengan Subsidi
Dalam kebijakan ini, pemerintah tidak menentukan harga pasar tetapi menetapkan harga jaminan yang akan di terima petani untuk setiap produksinya. Harga jaminan adalah lebih tinggi dari harga keseimbangan yang dicapai pasar. Jumlah subsidi yang akan di berikan pemerintah untuk setiap unit produksi adalah sebesar perbedaan antara harga jaminan dan harga keseimbangan. Keseimbanggan baru ini menunjukkan bahwa kebijaksaan subsidi pendapatan dapat menyebabkan penawaran bertambah banyak dan harga menurun.
Dalam kebijakan ini, pemerintah tidak menentukan harga pasar tetapi menetapkan harga jaminan yang akan di terima petani untuk setiap produksinya. Harga jaminan adalah lebih tinggi dari harga keseimbangan yang dicapai pasar. Jumlah subsidi yang akan di berikan pemerintah untuk setiap unit produksi adalah sebesar perbedaan antara harga jaminan dan harga keseimbangan. Keseimbanggan baru ini menunjukkan bahwa kebijaksaan subsidi pendapatan dapat menyebabkan penawaran bertambah banyak dan harga menurun.
14. Pengaruh Pajak Penjualan
Pajak penjualan adalah pajak yang dikenakan oleh pemerintah dan dibayar pada waktu jual beli ke barang-barang yang dikenakan pajak penjualan itu di lakukan. Pada umumnya pajak penjualan dikenakan dalam bentuk suatu persentasi tertentu dari hasil penjualan. Misalnya pajak penjualan 10 persen dari harga atau hasil penjualan. Punggutan pajak penjualan akan menyebabkan pembeli harus membayar lebih tinggi umtuk memperoleh barang-barang yang dikenakan pajak tersebut.
Dalam analisis dapat ditunjukkan bahwa pajak penjualan tersebut tidak seluruhnya oleh pembeli. Sebagian dari pajak penjualan yang dikenakan akan di pikul oleh para penjual. Beban pajak di antara pembeli dan penjual dinamakan insiden pajak atau tax incide. Analisis mengenai insiden pajak akan memberikan suatu gambaran tentang besarnya pajak penjualan yang akan ditanggung oleh penjual dan pembeli.
Pajak penjualan adalah pajak yang dikenakan oleh pemerintah dan dibayar pada waktu jual beli ke barang-barang yang dikenakan pajak penjualan itu di lakukan. Pada umumnya pajak penjualan dikenakan dalam bentuk suatu persentasi tertentu dari hasil penjualan. Misalnya pajak penjualan 10 persen dari harga atau hasil penjualan. Punggutan pajak penjualan akan menyebabkan pembeli harus membayar lebih tinggi umtuk memperoleh barang-barang yang dikenakan pajak tersebut.
Dalam analisis dapat ditunjukkan bahwa pajak penjualan tersebut tidak seluruhnya oleh pembeli. Sebagian dari pajak penjualan yang dikenakan akan di pikul oleh para penjual. Beban pajak di antara pembeli dan penjual dinamakan insiden pajak atau tax incide. Analisis mengenai insiden pajak akan memberikan suatu gambaran tentang besarnya pajak penjualan yang akan ditanggung oleh penjual dan pembeli.
15. Insiden Pajak dan Elastisitas Permintaan
Untuk melihat bagaimana elastisitas permintaan dapat mempengaruhi insiden pajak dimisalkan bahwa penawaran adalah sama sifatnya pada kedua keadaan yang dibandingkan. Dengan pemisalan ini selanjutnya akan dibandingkan keadaan dimana permintaan adalah dengan permintaan adalah tidak elastis.
Untuk melihat bagaimana elastisitas permintaan dapat mempengaruhi insiden pajak dimisalkan bahwa penawaran adalah sama sifatnya pada kedua keadaan yang dibandingkan. Dengan pemisalan ini selanjutnya akan dibandingkan keadaan dimana permintaan adalah dengan permintaan adalah tidak elastis.
H. TEORI TINGKAH LAKU KONSUMEN (TEORI NILAI GUNA UTILITI)
1. Teori Nilai Guna (Utiliti)
Di dalam teori ekonomi kepuasan atau kenikmatan yang diperoleh sesorang dari mengkonsumsi barang-barang dinamakan nilai guna atau utiliti. Kalau kepuasan itu semakin banyak maka makin tinggilah nilai gunanya atau utilitinya.
Dalam membahas mengenai niali guna perlu dibedakan di antara dua pengertian guna total dan nilai guna marjinal. Nilai guna total dapat diartikan sebagai jumlah seluruh yang diperoleh dari mengkonsumsi sejumlah barang tertentu. Sedangkan nilai guna marjinal berarti pertambahan (atau pengurangan) kepuasan sebagai akibat dan pertambahan (atau penggurangan) penggunaan satu unit tertentu. Untuk melihat dengan lebih jelas perbedaan kedua pengertian tersebut.
2. Hipotesis Utama Teori Nilai Guna
Hipotesis utama teori nilai guna, atau lebih dikenal sebagai hukum nilai guna marjinal semakin menurun, menyatakan bahwa tambahan nilai guna yang akan diperoleh seseorang mengkonsumsikan suatu barang akan menjadi semakin sedikit apabila orang tersebut terus-menerus konsumsinya ke atas barang tersebut. Pada akhirnya tambahan nilai guna akan menjadi negatif apabila konsumsi ke atas barang tersebut ditambah satu unit lagi, maka nilai guna total menjadi semakin sedikit.
Kepuasan yang lebih tinggi akan diperolehnya apabila dia diberi kesempatan untuk memperoleh gelas yang ketiga. Pertambahan kepuasan ini tidak terus berlangsung.
Di dalam teori ekonomi kepuasan atau kenikmatan yang diperoleh sesorang dari mengkonsumsi barang-barang dinamakan nilai guna atau utiliti. Kalau kepuasan itu semakin banyak maka makin tinggilah nilai gunanya atau utilitinya.
Dalam membahas mengenai niali guna perlu dibedakan di antara dua pengertian guna total dan nilai guna marjinal. Nilai guna total dapat diartikan sebagai jumlah seluruh yang diperoleh dari mengkonsumsi sejumlah barang tertentu. Sedangkan nilai guna marjinal berarti pertambahan (atau pengurangan) kepuasan sebagai akibat dan pertambahan (atau penggurangan) penggunaan satu unit tertentu. Untuk melihat dengan lebih jelas perbedaan kedua pengertian tersebut.
2. Hipotesis Utama Teori Nilai Guna
Hipotesis utama teori nilai guna, atau lebih dikenal sebagai hukum nilai guna marjinal semakin menurun, menyatakan bahwa tambahan nilai guna yang akan diperoleh seseorang mengkonsumsikan suatu barang akan menjadi semakin sedikit apabila orang tersebut terus-menerus konsumsinya ke atas barang tersebut. Pada akhirnya tambahan nilai guna akan menjadi negatif apabila konsumsi ke atas barang tersebut ditambah satu unit lagi, maka nilai guna total menjadi semakin sedikit.
Kepuasan yang lebih tinggi akan diperolehnya apabila dia diberi kesempatan untuk memperoleh gelas yang ketiga. Pertambahan kepuasan ini tidak terus berlangsung.
3. Nilai Guna Total Dalam Angka dan Grafik
Hukum nilai guna marjinal yang semakin menurun akan dapat dimengerti dengan lebih jelas apabila digambarkan dalam contoh secara angka dan selanjutnya contoh itu digambarkan secara grafik. Dalam bagian ini hal tersebut akan diuraikan.
Hukum nilai guna marjinal yang semakin menurun akan dapat dimengerti dengan lebih jelas apabila digambarkan dalam contoh secara angka dan selanjutnya contoh itu digambarkan secara grafik. Dalam bagian ini hal tersebut akan diuraikan.
4. Pemaksimuman Nilai Guna
Salah satu pemisalan penting dalam teori ekonomi adalah : setiap orang akan berusaha memaksimumkan kepuasan yang dapat dinikmatinya. Dengan perkataan lain, setiap orang akan berusaha untuk memaksimumkan nilai guna dari barang-barang yang dikonsumsinya.
Salah satu pemisalan penting dalam teori ekonomi adalah : setiap orang akan berusaha memaksimumkan kepuasan yang dapat dinikmatinya. Dengan perkataan lain, setiap orang akan berusaha untuk memaksimumkan nilai guna dari barang-barang yang dikonsumsinya.
5. Teori Nilai Guna dan Teori Permintaan
Dengan menggunakan teori nilai guna dapat diterangkan sebabnyakurva permintaan menurun dari kiri atas ke kanan bawah yang menggambarkan bahwa semakin rendah harga suatu barang, semakin banyak permintaan ke atasnya. Ada dua faktor yang menyebabkan permintaan ke atas suatu barang berubah apabila harga barang itu mengalami perubahan efek penggantian dan efek pendapatan.
Dengan menggunakan teori nilai guna dapat diterangkan sebabnyakurva permintaan menurun dari kiri atas ke kanan bawah yang menggambarkan bahwa semakin rendah harga suatu barang, semakin banyak permintaan ke atasnya. Ada dua faktor yang menyebabkan permintaan ke atas suatu barang berubah apabila harga barang itu mengalami perubahan efek penggantian dan efek pendapatan.
Efek Penggantian
Perubahan suatu barang mengubah nilai guna marjinal per rupiah dari barang yang mengalami perubahan harga tersebut. Kalau harga mengalami kenaikan, nilai guna marjinal per rupiah yang diwujudkan oleh barang tersebut menjadi semakin rendah.
Perubahan suatu barang mengubah nilai guna marjinal per rupiah dari barang yang mengalami perubahan harga tersebut. Kalau harga mengalami kenaikan, nilai guna marjinal per rupiah yang diwujudkan oleh barang tersebut menjadi semakin rendah.
Efek Pendapatan
Kalau pendapatan tidak mengalami perubahan maka kenaikan harga menyebabkan pendapatan menjadi semakin sedikit. Dengan perkataan lain, kemampuan pendapatan yang diterima untuk membeli barang-barang menjadi bertambah kecil dari sebelumnya
6. Surplus Konsumen
Teori nilai guna dapat pula menerangkan tentang wujudnya kelebihan kepuasan yang dinikmati oleh para konsumen. Kelebihan kepuasan ini, dalam analisis ekonomi, dikenal sebagai surplus konsumen. Surplus konsumen pada hakikatnya berarti perbedaan diantara kepuasan yang diperoleh seseorang di dalam mengkonsumsikan sejumlah barang dengan pembayaran yang dibuat untuk memperoleh barang tersebut.
Contoh Angka
Surplus konsumen wujud sebagai akibat dari nilai guna marjinal yang semakin sedikit. Sebelum ini telah menunjukkan bahwa harga suatu barang berkaitan rapat dengan nilai guna marjinalnya. Misalkan pada barnag ke-n yang dibeli, nilai guna marjinalnya sama dengan harga. Dengan demikian, oleh karena nilai guna marjinal dari barang ke-n adalah lebih rendah dari barang sebelumnya, maka nilai guna marjinal barang yang sebelumnya adalah lebih tinggi harga barang itu dan perbedaannya merupakan surplus konsumen.
Demikianlah hal-hal yang dapat saya sampaikan tentang pohon ekonomi. Semoga dengan tulisan yang saya buat, dapat bermanfaat untuk kita semua. Dan tulisan yang saya buat berasal dari buku yang saya baca yang berjudul “Mikro Ekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga” penulis Sadono Sukirno.
Kalau pendapatan tidak mengalami perubahan maka kenaikan harga menyebabkan pendapatan menjadi semakin sedikit. Dengan perkataan lain, kemampuan pendapatan yang diterima untuk membeli barang-barang menjadi bertambah kecil dari sebelumnya
6. Surplus Konsumen
Teori nilai guna dapat pula menerangkan tentang wujudnya kelebihan kepuasan yang dinikmati oleh para konsumen. Kelebihan kepuasan ini, dalam analisis ekonomi, dikenal sebagai surplus konsumen. Surplus konsumen pada hakikatnya berarti perbedaan diantara kepuasan yang diperoleh seseorang di dalam mengkonsumsikan sejumlah barang dengan pembayaran yang dibuat untuk memperoleh barang tersebut.
Contoh Angka
Surplus konsumen wujud sebagai akibat dari nilai guna marjinal yang semakin sedikit. Sebelum ini telah menunjukkan bahwa harga suatu barang berkaitan rapat dengan nilai guna marjinalnya. Misalkan pada barnag ke-n yang dibeli, nilai guna marjinalnya sama dengan harga. Dengan demikian, oleh karena nilai guna marjinal dari barang ke-n adalah lebih rendah dari barang sebelumnya, maka nilai guna marjinal barang yang sebelumnya adalah lebih tinggi harga barang itu dan perbedaannya merupakan surplus konsumen.
Demikianlah hal-hal yang dapat saya sampaikan tentang pohon ekonomi. Semoga dengan tulisan yang saya buat, dapat bermanfaat untuk kita semua. Dan tulisan yang saya buat berasal dari buku yang saya baca yang berjudul “Mikro Ekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga” penulis Sadono Sukirno.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar